Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Tiroid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Tiroid. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2018

Firmax3 Sembuhkan Penyakit Tiroid Pada Mata


Mata tiroid (TED) merupakan suatu kondisi mata yang disebabkan oleh penyakit tiroid. Hormon tiroid yang diproduksi oleh kelenjar tiroid di leher mengatur metabolisme dalam tubuh, dan apabila hormon tiroid berlebihan dalam sirkulasi tubuh (hipertiroidisme) dapat menyebabkan penyakit mata tiroid, gejala hipertiroidisme sendiri berupa:

- Leher bengkak

- Tidak tahan hawa panas
- Keringat berlebihan
- Gemeteran
- Peningkatan nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Jantung berdebar
- Mudah marah

Mata sangat rentan terhadap penyakit mata tiroid, karena serangan autoimun sering menargetkan otot mata dan jaringan ikat dalam rongga mata. Hal ini terjadi karena jaringan ini mengandung protein yang muncul mirip dengan sistem kekebalan tubuh dari kelenjar tiroid.

Dalam penyakit mata tiroid yang mana jaringan disekitar mata diserang, dan hasilnya adalah peradangan dan pembengkakan, dan dapat menimbulkan gejala berupa:

- Mata merah
- Nyeri mata
- Bengkak disekitar mata
- Mata Melotot
- Mata kering dan iritasi
- Penglihatan ganda
- Mata tidak nyaman
- Kelopak mata berkantung
- Penglihatan memburuk
- Mata juling
- Mata berair
- Mata menonjol keluar

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ðŸ˜Š

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ðŸ˜Š

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Rabu, 15 Maret 2017

Kenali Penyakit Gondok


Penyakit gondok adalah kondisi dimana terjadi pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memiliki fungsi penting, yaitu untuk memroduksi hormon tiroid yang berperan dalam berbagai proses-proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh.

Pada kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid cenderung tidak kita sadari sama seperti organ-organ dalam yang lain. Tetapi jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid akan membentuk benjolan pada leher. Benjolan ini akan bergerak naik dan turun saat anda menelan.

Ukuran benjolan pada penyakit gondok ini bervariasi pada masing-masing orang. Pada hampir sebagian besar kasus, penderita penyakit gondok tidak akan merasakan gejala apapun kecuali adanya benjolan di leher. Namun pada kasus yang parah, gejala seperti batuk-batuk, leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah menelan, dan kesulitan bernapas dapat dirasakan oleh pasien.

Jenis-jenis Penyakit Gondok

Terdapat dua jenis gondok, yaitu gondok difus dan nodul. Pengelompokan ini berdasarkan tekstur benjolannya.

Benjolan pada gondok difus terasa mulus saat disentuh. Sementara pada gondok nodul, benjolan terasa tidak rata dan bergumpal. Permukaan yang tidak rata tersebut disebabkan oleh adanya satu atau lebih benjolan berukuran kecil atau apabila terdapat cairan dalam benjolan.

Gejala-gejala Penyakit Gondok

Tidak semua penderita gondok mengalami gejala. Namun apabila terjadi gejala , maka munculnya benjolan abnormal atau pembengkakan pada leher adalah tanda utama yang akan dikeluhkan oleh pasien.

Ukuran benjolan gondok berbeda-beda pada tiap penderita. Benjolan yang berukuran kecil biasanya tidak akan menimbulkan keluhan apapun. Meski demikian, benjolan tersebut dapat memengaruhi pernapasan serta menyebabkan penderita sulit menelan jika ukurannya bertambah besar.

Gejala-gejala lain yang mungkin menyertai pembengkakan meliputi tenggorokan yang terasa membengkak, perubahan suara (misalnya menjadi serak), batuk-batuk, serta kesulitan bernapas dan menelan.

Jika merasakan gejala-gejala di atas, terutama bagi penderita dengan benjolan yang terus membesar dan mengalami kesulitan bernapas atau menelan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Penyakit Gondok

Gondok terkadang sulit ditemukan penyebabnya karena sangat beragam. Tetapi ada beberapa faktor yang umumnya bisa memicu penyakit ini. Di antaranya adalah:
  • Hipertiroidisme dan hipotirodisme. Penyakit gondok dapat terjadi karena kinerja kelenjar tiroid yang berlebihan (hipertiroidisme) atau menurun (hipotiroidisme). Keduanya akan memicu pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme kebanyakan disebabkan oleh penyakit Graves. Sementara hipotiroidisme dapat dipicu oleh kekurangan yodium atau penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto dan penyakit Graves merupakan kondisi autoimun.
  • Defisiensi yodium. Yodium dibutuhkan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Zat ini dapat ditemukan dalam ikan, tiram, rumput laut, sereal, biji-bijian, serta susu sapi. Karena kekurangan yodium, kinerja kelenjar tiroid akan menurun dan mengalami pembengkakan.
  • Merokok. Asap tembakau yang mengandung senyawa tiosianat dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap yodium.
  • Keberadaan nodul dalam kelenjar tiroid. Kebanyakan nodul ini sifatnya jinak. Namun demikian, tetap memerlukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
  • Pengaruh kanker tiroid.
  • Inflamasi kelenjar tiroid akibat infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan tertentu.
  • Perubahan hormon karena pubertas, kehamilan, dan menopause.
  • Pajanan radiasi, misalnya saat menjalani radioterapi.
  • Pengaruh obat litium yang umumnya digunakan untuk menangani depresi dan gangguan bipolar.
Faktor-faktor Risiko Penyakit Gondok

Gondok dapat menyerang siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
  • Usia. Risiko gondok akan emningkat pada usia 40 tahun ke atas.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria.
  • Faktor keturunan. Memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker tiroid atau penyakit autoimun akan meningkatkan risiko penyakit gondok.
  • Obat-obatan seperti amiodarone serta yang mengandung litium.
  • Kehamilan dan menopause. Risiko gangguan tiroid meningkat pada saat wanita sedang hamil atau menopause, tapi penyebabnya belum diketahui dengan pasti.
Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0878-3876-1604
(Tidak Menerima Telp)

Minggu, 05 Juni 2016

10 Tanda Anda Terkena Gangguan Tiroid



Meski jarang terjadi, namun ketika seseorang terkena masalah gangguan tiroid ini akan sangat mengganggu kesehatan. Gangguan toroid sendiri ada dua jenis, yaitu hipotiroid dan hipertiroid. Kelebihan hormon tiroid menyebabkan anda mengalami hipertiroid, sementara kekurangan membuat anda terkena hipotiroid.

Berikut adalah gejala-gejala yang muncul ketika anda terkena gangguan tiroid, sebagaimana yang dikutip dari laman Boldsky.

1. Penurunan atau kenaikan berat badan secara drastis
Salah satu tanda yang paling umum ketika seseorang terkena gangguan tiroid adalah adanya penurunan berat badan secara drastis, atau bahkan juga bisa ditandai dengan naiknya berat badan secara drastis. Ketika berat badan tiba-tiba naik, maka menandakan hipotiroid atau rendahnya hormon tiroid. Sementara ketika terjadi penurunan berat badan, maka itu merupakan gejala hipertiroid atau tingginya kadar hormon tiroid.

2. Pembengkakan di leher
Pembengkakan atau pembesaran di leher mungkin merupakan gejala gangguan tiroid. Benjolan biasanya tumbuh di dalam tempat kelenjar tiroid di sekitar samping leher.

3. Rambut rontok
Ketika tiba-tiba anda mengalami kerontokan rambut, maka iti bisa menjadi pertanda hormon tiroid tidak berfungsi dengan baik. Baik hipertiroid dan hipotiroid, rambut rontok adalah gejala awalnya.


4. Perubahan mood
Terjadinya perubahan mood dan energi menjadi tanda umum dari gangguan tiroid. Hipertiroid bisa membuat anda merasa sangat lelah, sementara pada hipotiroid anda akan merasakan kegelisahan dan gangguan tidur.

5. Kedinginan atau kepanasan
Ketidakseimbangan dalam kelenjar tiroid akan menganggu kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Sehingga, terkadang anda akan sering merasa tubuh benar-benar panas dan kemudian tiba-tiba menjadi dingin. Hipotiroid bisa membuat anda merasa kedinginan, sementara hipertiroid menyebabkan anda berkeringat secara berlebihan.

6. Tubuh bermasalah
Banyak hal yang dapat menandakan anda mengalami gejala gangguan tiroid. Biasanya, kulit tubuh anda menjadi kering, kuku pun rapuh dan lemah, tangan sering kesemutan, kulit bengkak dan merah.

7. Kelelahan
Apakah anda merasa lelah meskipun telah memperoleh tidur selama tujuh sampai delapan jam? Hal tersebut bisa menjadi pertanda anda mengalami gejala-gejala dari gangguan tiroid. Selain itu, tidur siang lebih dari sekali juga bisa menjadi pertanda Anda mengalami gejala-gejala gangguan tiroid.

8. Siklus menstruasi terganggu
Memiliki siklus menstruasi yang menyakitkan adalah gejala hipotiroid. Sedangkan, siklus menstruasi yang tidak teratus bisa menandakan anda mengalami hipertiroid. Bahkan jika gangguan tiroid yang tersisa tidak terdiagnosis, hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesuburan.

9. Masalah usus
Sembelit yang berkepanjangan dapat dihubungkan dengan hipotiroid. Sedangkan, diare atau irritable bowel syndrome (IBS) adalah gejala hipertiroid.

10. Nyeri otot dan sendi
Nyeri otot dan sendi tidak hanya terjadi setelah beraktivitas berat, tetapi juga karena adanya gangguan tiroid. Nyeri pada tulang, nyeri pada otot dan pergelangan kaki merupakan gejala ketidakseimbangan tiroid.

Semoga bermanfaat :) 

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 
Mohon maaf tidak menerima telp


Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3