Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Pertumbuhan Anak Lambat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Pertumbuhan Anak Lambat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2018

MENGENAL KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM PADA ANAK



Seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan umumnya cukup besar, misalnya seorang anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10 hingga 18 bulan, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Untuk itu, orang tua perlu mengenal tanda bahaya (red flag) perkembangan anak.
Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan di hanya satu ranah perkembangan saja, atau dapat pula di lebih dari satu ranah perkembangan. 

Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun, sedangkan retardasi mental umumnya dipakai untuk anak yang lebih tua dimana tes IQ dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dengan reliabilitas yang lebih baik. Anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental di kemudian hari.

Penyebab keterlambatan perkembangan umum antara lain gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down; gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, sindrom Rubella; riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

Untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan umum, perlu data / laporan atau keluhan orang tua dan pemeriksaan deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak. Pemeriksaan skrining perkembangan penting dilakukan dan harus dilakukan dengan menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat.

Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

Tanda bahaya perkembangan motor kasar
1. Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
2.Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
3. Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
4. Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
5. Adanya gerakan yang tidak terkontrol
Tanda bahaya gangguan motor halus
1. Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
2  Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
3. Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
4. Perhatian penglihatan yang inkonsisten

Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)
1. Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
2. Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
3. Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)
1. Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
2. Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
3. Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional
-  6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
- 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
- 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
- 15 bulan: belum ada kata
- 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
- 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
- Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

Tanda bahaya gangguan kognitif
- 2 bulan: kurangnya fixation
- 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
- 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
- 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
- 24 bulan: belum ada kata berarti
- 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

Penulis : Bernie Endyarni Medise (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊
Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊
Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604

Sabtu, 03 Maret 2018

MENGENAL KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM PADA ANAK



Seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan umumnya cukup besar, misalnya seorang anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10 hingga 18 bulan, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Untuk itu, orang tua perlu mengenal tanda bahaya (red flag) perkembangan anak.

Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan di hanya satu ranah perkembangan saja, atau dapat pula di lebih dari satu ranah perkembangan. Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun, sedangkan retardasi mental umumnya dipakai untuk anak yang lebih tua dimana tes IQ dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dengan reliabilitas yang lebih baik. Anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental di kemudian hari.

Penyebab keterlambatan perkembangan umum antara lain gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down; gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, sindrom Rubella; riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

Untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan umum, perlu data / laporan atau keluhan orang tua dan pemeriksaan deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak. Pemeriksaan skrining perkembangan penting dilakukan dan harus dilakukan dengan menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat.

Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

Tanda bahaya perkembangan motor kasar
1. Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
2.Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
3. Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
4. Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
5. Adanya gerakan yang tidak terkontrol

Tanda bahaya gangguan motor halus
1. Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
2  Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
3. Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
4. Perhatian penglihatan yang inkonsisten

Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)
1. Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
2. Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
3. Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)
1. Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
2. Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
3. Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional
-  6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
- 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
- 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
- 15 bulan: belum ada kata
- 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
- 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
- Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

Tanda bahaya gangguan kognitif
- 2 bulan: kurangnya fixation
- 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
- 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
- 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
- 24 bulan: belum ada kata berarti
- 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

Penulis : Bernie Endyarni Medise (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊
Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Kamis, 09 November 2017

Waspada Kelainan Tuli Kongenital Pada Anak


Tuli kongenital merupakan gangguan pendengaran yang terjadi saat lahir, baik tuli sebagian ataupun total, dan bisa diakibatkan faktor-faktor saat kehamilan ataupun kelahiran. Menurut WHO, terdapat 38.000 anak yang lahir tuli setiap tahunnya di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, terdapat 0,1% tuli kongenital untuk setiap angka kelahiran hidup. Gangguan pendengaran merupakan gangguan sensorik yang paling sering ditemukan, penyebabnya bisa karena adanya gangguan di persarafan, adanya gangguan konduktif (penghantaran suara), atau campuran keduanya. Tuli kongenital ini berbahaya bagi anak karena dapat mengganggu perkembangan bicara, kognitif, maupun sosial anak.

Apa saja yang menyebabkan tuli kongenital?

Secara garis besar, penyebab tuli kongenital bisa dibagi atas dua hal, yaitu penyebab genetik dan non genetik.
1. Genetik
Faktor genetik menyebabkan 50% gangguan pendengaran kongenital, umumnya gangguan yang disebabkan oleh faktor genetik dapat berupa sindrom atau non-sindrom.
Non-sindrom (35%). Pada non-syndromic hearing loss (NSHL) kelainan yang ditemukan murni pendengaran saja, tidak ada kelainan lain.
Sindrom (15%). Sedangkan pada syndromic hearing loss (SHL), kelainan pendengaran biasanya disertai gangguan lain, contoh:
Sindrom Wardenburg, tuli disertai dengan gangguan pigmen warna kulit
Sindrom Branchio-oto-renal, disertai dengan kerusakan bentuk telinga, dan gangguan ginjal
Sindrom Pendred, disertai dengan kerusakan struktur tulang, dan gangguan kelenjar tiroid
2. Non genetik
Infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, CMV, Herpes) saat kehamilan
Infeksi yang didapat setelah bayi lahir
Efek obat-obatan ototoksik seperti thalidomide atau gentamisin
Bayi yang lahir prematur

Bagaimana penggolongan tuli kongenital?

Klasifikasi dari gangguan pendengaran kongenital dapat digolongkan berdasarkan tipe, keparahan, onset, dan frekuensinya.
  • Tipe – Berdasarkan tipe, ketulian bisa disebabkan tiga hal: gangguan hantaran suara, gangguan saraf pendengaran, dan campuran keduanya.
  • Onset – Dibedakan atas apakah terjadi sebelum bisa berbicara atau setelah bisa berbicara. Tuli kongenital termasuk ketulian yang terjadi sebelum pasien bisa berbicara.
  • Keparahan – Pendengaran dihitung dalam unit desibel (db), percakapan terjadi di rentang 50-60 db. Keparahan gangguan pendengaran dinilai sebagai berikut:
0-25 dB HL : normal
26-40 dB HL : tuli ringan
41-55 dB HL : tuli sedang
56-70 dB HL : tuli sedang berat
71-90 dB HL : tuli berat
> 90 dB HL : tuli sangat berat
  • Frekuensi – Berdasarkan frekuensi suara, gangguan pendengaran dibagi atas:
Frekuensi rendah < 500 Hz
Frekuensi sedang 501-2000 Hz
Frekuensi tinggi >2000 Hz


Apa ciri-ciri anak yang menderita tuli kongenital?

Gejala utama bayi dengan tuli kongenital adalah keterlambatan bicara dan berbahasa. Oeh karena itu, kelainan ini kadang terlambat didiagnosis. Gejala lainnya yang bisa ditemukan adalah:
  1. Bayi tidak merespon terhadap suara pada usia 3-4 bulan
  2. Bayi tidak menengok ke arah sumber suara
  3. Bayi tidak terbangun dari tidur oleh suara keras
  4. Bayi tidak tersenyum saat diajak bicara
  5. Bayi tidak menoleh apabila dipanggil namanya
  6. Bayi tidak bisa bicara “ma-ma” “pa-pa” saat usia 9-15 bulan
  7. Bayi tidak bisa mengulang kata-kata saat usia 15 bulan
  8. Bayi tidak mengerti perintah yang simpel saat usia 15-24 bulan


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ??

Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604

Sabtu, 30 September 2017

Resiko Gangguan Lahir Prematur




Bayi yang lahir sebelum waktunya atau prematur banyak mengalami tantangan pada awal kehidupannya. Tak hanya itu, ada pula risiko gangguan tumbuh kembang bayi prematur yang harus diwaspadai.

Seorang ahli mengatakan, dulunya kondisi bayi prematur yang lahir dengan berat sangat kecil berisiko memiliki efek jangka panjang. Namun ternyata, kini diketahui hampir seluruh bayi prematur termasuk yang lahir pada minggu ke 34 hingga 36 sama-sama berisiko.

Perkembangan setiap anak beragam, baik bayi lahir normal ataupun prematur. Hanya saja ada  tolak ukur perkembangan  normal yang sebaiknya diketahui orang tua. Untuk tumbuh kembang bayi prematur, sebagian besar dokter anak memberikan saran untuk melakukan tolak ukur dengan penyesuaian usia.

Penyesuaian usia dilakukan dengan menghitung jarak antara usia kelahiran dengan  hari perkiraan lahir (HPL) yang sebenarnya, kemudian kurangi umur bayi dengan angka yang didapat. Misalnya, bayi usia empat bulan yang lahir 8 minggu lebih awal, maka tumbuh kembangnya harus disesuaikan dengan usia 4 bulan dikurangi 8 minggu. Maka akan diketahui umur bayi yang sebenarnya adalah 2 bulan. Sehingga tolak ukur perkembangan bayi yang kita ikuti adalah bayi usia 2 bulan. Jika bayi prematur itu berusia 12 bulan, maka tumbuh kembangnya disesuaikan dengan usia 12 bulan dikurangi 8 minggu.

Ada beberapa risiko gangguan tumbuh kembang bayi prematur jangka panjang yang harus diwaspadai, antara lain:

Pendengaran dan penglihatan

Diketahui, sebagian bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 1,5 kg memilliki kelainan di bagian perifer atau pusat pendengaran atau keduanya. Ada pula risiko yang lebih tinggi, yaitu hilangnya daya dengar. Bayi prematur juga memiliki risiko retinopati prematuritas, yaitu kondisi yang menyebabkan pembuluh darah membengkak dan menimbulkan  kelainan lapisan saraf di retina mata. Hal ini dapat menyebabkan lepasnya retina dari posisi normal yang jika tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan kebutaan.

Kemampuan bahasa

Banyak studi yang menemukan adanya gangguan perkembangan bahasa pada bayi prematur dengan atau tanpa  berat badan lahir rendah dibandingkan dengan bayi yang terlahir normal. Sebagian besar bayi prematur mengalami masalah bahasa selama beberapa tahun awal sejak kelahiran, termasuk pemahaman kalimat, mengekspresikan diri melalui bahasa, mengolah kata, artikulasi (pengucapan), dan lain-lain. Begitu sang anak mencapai usia sekolah, anak dengan riwayat kelahiran prematur akan mengalami disabilitas dalam belajar, nilai yang jelek pada mata pelajaran membaca, mengeja, menulis, matematika, dan kesulitan dalam  melakukan fungsi eksekutif berupa proses untuk mengorganisasi dan menyatukan serpihan-serpihan informasi.

Psikomotorik dan perilaku

Penelitian di sekolah membandingkan  anak usia 7-8 tahun yang lahir sebelum usia kandungan 32 minggu dengan anak seusia yang lahir normal. Hasilnya menunjukkan anak-anak yang lahir prematur lebih banyak mengalami gangguan motorik, meski tingkat intelegensia normal. Selain itu, bayi yang lahir prematur memiliki kecenderungan berperilaku hiperaktif, lebih impulsif, perhatiannya mudah teralihkan, kurang terorganisir, dan kurang tekun. Demikian juga, kemungkinan anak prematur mengalami Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) lebih tinggi dibanding anak yang lahir normal.

Kemampuan kognitif

Studi mengindikasikan bahwa anak yang lahir prematur, memiliki risiko mengalami gangguan belajar saat usia sekolah dasar. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain gangguan menggunakan bahasa sebagai cara berekspresi, kesulitan memusatkan perhatian, dan juga kelemahan pada kecerdasan visual motorik serta visual spasial. Meski demikian, penelitian ini belum mencakup kemampuan kognitif pada masa dewasa.

Perkembangan emosional

Berdasarkan sebuah penelitian, remaja yang lahir pada usia kandungan sebelum 29 minggu memiliki lebih banyak masalah emosional dengan orang tua, guru, maupun teman-teman sebayanya. Meski kondisi ini tidak mengarah pada masalah yang lebih serius, misalnya depresi atau penyalahgunaan obat terlarang.

Untuk meminimalisir risiko dan memaksimalkan tumbuh kembang bayi prematur, lakukan pemeriksaan secara teratur atau sebagaimana yang disarankan oleh dokter.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604

Jumat, 22 September 2017

Firmax3 Aman Untuk Semua Usia


Firmax3 merupakan produk kesehatan termutakhir yang hadir sebagai solusi ampuh untuk menstabilkan hormon tubuh supaya kembali sehat dan bisa tampil cantik mempesona. Firmax3 terbuat dari 100% bahan herbal alami tanpa campuran bahan kimia sedikit pun. Jadi, Firmax3 sangat aman digunakan dan tidak menimbulkan efek samping yang dapat membahayakan organ tubuh lainnya jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Segera pesan Firmax3 dan rasakan kehebatan Firmax3 untuk membantu mengobati berbagai macam keluhan penyakit serta bagi Anda yang ingin tampil cantik berseri dan mempesona.

Adapun beberapa manfaat Firmax3 yang telah terbukti dan diantaranya :

- Menyeimbangkan hormon dan meningkatkan metabolisme tubuh
- Menghilangkan keriput,kantong mata, kedutan pada wajah dan meratakan dagu dua
- Menaikkan, mengencangkan dan membesarkan payudara
- Mengencangkan dan membentuk wajah, lengan, perut, pinggang, pinggul, paha dan kaki menjadi cantik
- Menjadikan wajah dan keseluruhan tubuh menjadi lebih berseri
- Menghilangkan gejala menopause, mengurangi stress dan sakit kepala
- Mengawal hormon thyroxin
- Mengencangkan vagina dan meningkatkan gairah sexual
- Mencegah dan membantu menyembuhkan berbagai masalah kesehatan dan kecantikan

Banyak testimoni atau kesaksian dari Konsumen kami yang sudah merasakan manfaat Firmax3 😊 Firmax3 dapat membantu mengobati Penyakit Stroke, Penyakit Jantung, Penyakit Kanker, Penyakit Tumor, bahkan penyakit yang sulit disembukan seperti Diabetes pun bisa diatasi oleh Produk Firmax3 tanpa efek samping dan tentunya Firmax3 tidak berbahaya digunakan oleh segala usia. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa dan orang tua.


Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604


Rabu, 09 November 2016

Penyebab Pertumbahan Anak Lambat



Secara statistik sekitar 3 persen balita tidak bisa mencapai perkembangan motoriknya tepat waktu. Tapi dari angka itu hanya sekitar 15-20 persen anak saja yang perkembangannya abnormal, selebihnya masih bisa berkembang normal meski sedikit lebih lambat.

Apa penyebab keterlambatan motorik anak?

Dikutip dari Keepkidshealty.com, keterlambatan perkembangan motorik terjadi ketika anak tidak bisa mencapai satu atau lebih tonggak perkembangannya.

Perkembangan motorik ini mencakup kemampuan berbicara dan berbahasa, keterampilan motorik halus atau kasarnya seperti jalan atau merangkak, keterampilan pribadi dan sosialnya seperti kemampuannya berinteraksi.

Beberapa tanda anak mengalami keterlambatan motorik adalah:
  • Anak belum bisa berguling hingga usia 6 bulan
  • Belum bisa duduk sendiri tanpa dibantu hingga berusia 8 bulan
  • Belum bisa merangkak hingga usia 12 bulan
  • Belum bisa berjalan hingga usia 15 bulan.

Jika anak mengalami banyak keterlambatan di semua bidang perkembangan penyebab antara lain:
  • Encephalopathy (gangguan sebelum atau mendekati kelahiran) statis termasuk kelahiran prematur
  • Kelainan otak
  • Kelainan kromosom
  • Infeksi.
  • Serta encephalopathy progresif termasuk penyakit metabolik, sindrom neurocutaneous, sindrom Rett dan hydrocephalus.

Selain faktor kelainan di dalam tubuh si anak, keterlambatan perkembangan motorik anak juga bisa disebabkan oleh sedikitnya rangsangan yang diterima si kecil baik oleh pengasuh, orangtua atau melalui mainannya.

Saat masih bayi ia memiliki sedikit kesempatan untuk bergerak atau mengeksplorasi tubuhnya, sehingga ia tidak belajar bagaimana caranya bergerak dengan baik.

Misalnya ia memiliki sedikit kesempatan untuk bermain dengan mainannya, jarang terlibat dengan anak-anak lainnya saat sedang bermain, tidak terlalu sering diajak berkomunikasi serta tidak mendapatkan atau jarang diajak bermain secara sosial dan verbal dengan orang dewasa.

Pola asuh dari orangtua juga berpengaruh, orangtua yang sangat berhati-hati atau protektif bisa berkontribusi terhadap keterlambatan motorik anak, seperti tidak membiarkan anak bergerak dengan bebas atau terlalu sering menggendong anaknya terutama pada bayi yang sudah berusia 8 bulan.

Kondisi ini akan membuat anak menjadi terlambat merangkak atau berjalan serta jika ia terjatuh akan takut untuk mencobanya lagi. Karenanya orangtua harus membiarkan anaknya untuk bergerak bebas serta tidak terlalu sering menggendong, sebatas tidak membahayakan si anak.

Tidak ada atau kurangnya pengalaman yang dialami si kecil bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik baik yang ringan maupun yang signifikan. Jika keterlambatan motorik ini tidak segera diatasi, cenderung akan diikuti oleh keterlambatan motorik visual, motorik halus atau komunikasi.

Namun jika penyebab keterlambatannya akibat kondisi penyakit tertentu, maka orangtua sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter agar bisa di deteksi secara dini sehingga dapat dilakukan terapi untuk mengatasinya.

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

SMS/WA : 0878 3876 1604
Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3