Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Buta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Buta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2019

Mencegah Kebutaan Akibat Komplikasi Diabetes


Kebutaan adalah salah satu komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes. Pengidap diabetes berisiko lebih tinggi terkena kebutaan dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki diabetes. Penyakit mata diabetes dapat merusak mata dan penglihatan yang bisa berujung pada kebutaan. Lantas, bagaimana cara mencegah kebutaan akibat diabetes?

Sebelum mengetahui cara mencegah kebutaan akibat diabetes, Anda perlu tahu mengapa diabetes bisa merusak mata. Penyakit mata diabetes terdiri dari retinopati diabetik, katarak, glaukoma, dan edema makula diabetik. Di antara keempat penyakit tersebut, retinopati diabetik menjadi kondisi paling umum yang bisa menyebabkan kebutaan.

Saat Anda memiliki diabetes, tandanya kadar gula darah Anda jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat lainnya. Glukosa darah yang terlalu tinggi lama-lama bisa merusak fungsi retina. Retina merupakan lapisan di belakang mata yang berfungsi untuk mengubah cahaya menjadi sinyal saraf lalu dikirim ke otak sehingga Anda bisa melihat.

Untuk dapat menjalankan fungsinya retina membutuhkan banyak pembuluh darah kecil di sekitar. Pada kondisi penderita diabetes, berarti kadar gula di dalam darah meningkat, jika berlangsung terus-menerus tanpa terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Hal inilah yang menyebabkan terganggunya fungsi retina dan menyebabkan Anda tidak bisa melihat (kebutaan).

Dari awal Anda menderita diabetes hingga terjadi kebutaan tidak terjadi cepat. Biasanya pada tahapan awal retinopati diabetes, Anda tidak menyadari adanya gangguan penglihatan. Namun, lama-kelamaan Anda akan merasakan pandangan buram dengan penurunan penglihatan secara bertahap, terlihat bayangan benda yang kecil hingga besar melayang-layang saat Anda melihat (floaters), nyeri dan kemerahan pada mata hingga akhirnya Anda merasakan tidak dapat melihat (kebutaan).

Untuk mencegah komplikasi diabetes yang mengakibatkan kebutaan, Anda bisa melakukan berbagai cara seperti:

1. Rutin minum obat yang diresepkan

Pada prinsipnya untuk mencegah komplikasi diabetes, Anda perlu mengontrol kadar gula dalam darah Anda, salah satunya dengan rutin meminum obat diabetes. Tak hanya obat minum, jika dokter meresepkan berbagai perawatan lainnya seperti suntik insulin Anda juga perlu mematuhi anjuran yang diberikan.

Dokter memberikan pengobatan berdasarkan diagnosis yang dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, segala jenis pengobatan yang diberikan tentu sudah disesuaikan dengan kondisi Anda saat ini. Mengonsumsi obat minum dan perawatan tambahan sesuai anjuran dokter menjadi cara efektif untuk mempertahankan kondisi kesehatan agar tidak semakin parah dan gula darah tetap stabil.

2. Menerapkan gaya hidup sehat

Menerapkan gaya hidup sehat setelah terkena diabetes merupakan cara ampuh untuk menjaga kondisi kesehatan tetap stabil bahkan lebih baik. Menjaga pola makan, pola tidur, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur sebaiknya menjadi kebiasaan yang perlu Anda terapkan mulai sekarang.

Hal ini sama pentingnya selain mengonsumsi obat secara teratur, karena walaupun Anda termasuk yang rajin mengonsumsi obat tapi tidak menjaga pola makan, kadar gula darah Anda tidak mungkin terkontrol.

Tidak mengonsumsi berbagai makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan tinggi garam bisa menjadi cara sehat dalam menjaga pola makan. Selain itu, Anda bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan makan dalam porsi kecil tetapi sering. Anda juga bisa mengganti gula biasa dengan pemanis rendah kalori.

Menjaga berat badan tetap ideal tetap ideal dengan melakukan berbagai aktivitas fisik juga menjadi hal penting saat Anda mengidap diabetes. Anda bisa melakukan serangkaian olahraga ringan yang menyenangkan seperti jalan santai, tai chi, yoga, berenang, dan bersepeda. Selain itu, dikutip dari Diabetes.co.uk, olahraga juga bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada diabetesi.

Hal lain yang tak kalah penting perlu dilakukan ialah memperbaiki pola tidur. Pola tidur yang buruk seperti kurang tidur atau bahkan terlalu lama tidur bisa mengakibatkan nyeri saraf, kelelahan, dan lonjakan gula darah.

3. Melakukan pemeriksaan rutin

Jika Anda memiliki diabetes tandanya Anda perlu lebih rutin memeriksakan diri ke dokter. Jangan mengabaikan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh seperti pandangan yang mulai kabur, nyeri otot berkepanjangan, dan keluhan kesehatan lainnya.

Orang yang terserang diabetes memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Oleh karena itu, diabetesi lebih mudah terserang berbagai penyakit lain yang bisa mengakibatkan komplikasi termasuk pada mata.

Untuk itu, sebaiknya Anda rutin memeriksakan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah setiap bulannya untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. Pasalnya, kolesterol yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan komplikasi penyakit jantung dan tekanan darah tinggi mengarah pada hipertensi. Kedua penyakit ini sangat rentan dialami oleh diabetesi sebagai komplikasi penyakit.

Tak hanya itu, karena orang dengan diabetes lebih rentan mengalami penyakit mata yang berujung pada kebutaan maka Anda perlu memeriksakan kesehatan mata secara rutin. Retinopati diabetik misalnya dapat diminimalkan dengan pengendalian kadar gula darah yang cukup ketat dan pemeriksaan mata rutin.

Menjaga kadar gula darah tetap stabil bahkan mendekati normal dapat menurunkan risiko retinopati diabetik dan mencegah keparahan.

4. Berhenti merokok

Cara mencegah kebutaan yang terakhir ialah berhenti merokok. Merokok dapat membuat resistensi insulin yang menyebabkan kadar gula darah tidak bisa dikendalikan. Gula darah yang terlalu tinggi dapat menaikkan risiko komplikasi berbagai penyakit termasuk penyakit mata diabetes.

Selain itu, merokok dapat mempercepat perkembangan penyakit mata diabetes yaitu retinopati diabetik. Jika Anda memiliki diabetes dan tetap merokok seperti biasa maka Anda bisa kehilangan penglihatan.

Oleh karena itu, demi kesehatan yang lebih baik sebaiknya Anda melakukan usaha secara perlahan untuk berhenti merokok. Ingat, meskipun berhenti merokok sulit, Anda akan jauh lebih mengalami kesulitan saat Anda mengalami kebutaan akibat melanjutkan kebiasaan buruk ini.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0856.4344.7420



Senin, 26 Februari 2018

Waspada Kebutaan pada Penderita Diabetes


Selain menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat dunia, diabetes ternyata memiliki dampak yang seringkali tak diketahui penderita, yakni kebutaan. Kasus ini terjadi pada lebih dari 30 persen penderita diabetes.

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan yang ditandai adanya gangguan pengaturan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang buruk. Tanda khas pada penderita penyakit ini adalah kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung menahun.

Data International Diabetes Federation tahun 2014 menyebutkan satu dari dua belas orang di dunia menderita penyakit ini. Jumlah tersebut setara dengan 387 juta orang. Angka tersebut diprediksi bertambah menjadi 205 juta di tahun 2035. Setiap 7 detik, satu orang meninggal akibat penyakit diabetes.

Tahun 2017 ini, angka penderita diabetes malah semakin bertambah menjadi 415 juta penderita. Jika disederhanakan, penyakit ini menjangkiti satu dari 11 orang dewasa di dunia. Jumlahnya akan meningkat menjadi 642 penderita di tahun 2040. Dan setiap 6 detik, satu orang diprediksi meninggal karena penyakit ini.

Dari jumlah tersebut, diketahui satu dari tujuh kelahiran merupakan diabetes gestasional. Diabetes gestasional merupakan diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Penderitanya berisiko melahirkan bayi besar sehingga harus dilakukan operasi caesar dan penyakitnya menurun pada anak.

Komplikasi Mata

Di Indonesia sendiri, diperkirakan 8,8 juta orang terkena diabetes dan diprediksi akan meningkat menjadi 21,3 juta di tahun 2030. Saat ini, Indonesia merupakan negara peringkat ketujuh dengan populasi diabetes terbesar di dunia. Di tahun 2040 nanti, peringkat ini kemungkinan akan naik menjadi posisi keenam.

Tingginya angka penderita diabetes di Indonesia seharusnya diimbangi dengan kesadaran penderita akan gejala komplikasi yang diakibatkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah komplikasi naik ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi semakin parah.

Komplikasi penderita diabetes dapat dibagi menjadi dua, yakni komplikasi pada makrovaskuler (jaringan pembuluh darah besar) maupun mikrovaskular (jaringan pembuluh darah kecil).
- Komplikasi makrovaskuler biasanya menimbulkan penyakit seperti stroke, komplikasi hati dan hipertensi, penyumbatan aliran darah, dan gangguan pada kaki.
- Komplikasi microvaskuler dapat berakibat pada sakit ginjal, neoropathy atau gangguan fungsi saraf dan gangguan pada kaki. Ia juga bisa menyerang mata dengan retinopati dan katarak sehingga menyebabkan kebutaan.

Sejatinya, komplikasi diabetes terjadi akibat pecahnya pembuluh-pembuluh darah di tubuh karena insulin tak bisa lagi menahan kadar gula darah yang tinggi. Pembuluh darah yang pecah, bisa jadi menyasar pada otak, jantung, hati, ginjal, pembuluh darah arteri, maupun pembuluh darah pada retina mata.

Menurut Referano Agustiawan, dokter ahli pelayanan vitreoretinal, meski belum ada penelitian menyeluruh tentang jumlah penderita diabetes retinopati (DR). Namun, penghitungan dari masing-masing pusat diabetes retinopati di beberapa kota menunjukkan komplikasi diabetes yang berujung ke mata mencapai 30 persen.

“Dari jumlah itu, sebanyak sepertiganya mendekati kebutaan,” katanya.

Diabetes retinopati merupakan komplikasi utama dari diabetes melitus yang berupa gangguan pada retina dan secara signifikan menyebabkan kebutaan di tingkat global. Di dunia, sebanyak 34,6 persen penderitanya merupakan populasi dari penderita diabetes melitus. Ia menjadi penyumbang 1 persen gangguan penglihatan dan 1 persen kebutaan.

Sayangnya, banyak dari pasien dengan komplikasi ini tidak menyadari telah terkena gangguan mata karena diabetes. Karena penyakit diabetes retinopati tak menunjukkan gejala secara khusus di awal terjangkitnya, ia bisa dikatakan telah menjadi fenomena gunung es.

“Setelah diperiksa ke dokter, ternyata retinanya sudah berdarah. Dan mereka menyangkal memiliki diabetes,” ujar dokter yang biasa dipanggil dokter Nano tersebut.

Biasanya, seseorang yang terkena diabetes retinopati akan mengalami gangguan mata awal dengan adanya floaters atau beberapa bayangan hitam pada penglihatannya. Di tingkat yang lebih parah, garis lurus akan terlihat seperti melengkung.

Penderita DR terkadang mengira lensa kacamatanya perlu diganti dengan yang baru. Namun, setelah pergi ke optik, mereka tidak menemukan kecocokan dengan lensa mana pun dan gangguan matanya tak berkurang.

Jika Anda mengalami gejala seperti itu, sebaiknya Anda langsung memeriksakan mata dan kadar gula darah. Sebab, semakin cepat didiagnosis, maka akan semakin mudah dilakukan tindakan pencegahan agar gejalanya tak memburuk.

Berdasarkan hasil screening American Academy of Ophthalmology, seseorang yang terkena diabetes tipe 1 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan matan 3-5 tahun setelah diagnosis. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 harus segera memeriksakan matanya langsung saat terdiagnosis.

“Karena biasanya, orang terkena DR setelah 10 tahun setelah terkena diabetes,” ungkap Nano.

Berbeda dengan katarak atau penyakit mata lainnya yang akan sembuh dengan tindakan operasi, tindakan medis pada DR tak akan mengembalikan kondisi mata menjadi normal. Untuk itu, dokter Nano menganjurkan agar para penderita diabetes untuk segera memeriksakan kondisi matanya saat terdiagnosis diabetes.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604


Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3