Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Diabetes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2020

Diabetes dan Sakit Kepala


Banyak orang yang tidak menyadari salah satu gejala dari diabetes, yakni sakit kepala. Padahal, menurut pakar kesehatan, diabetes bisa menyebabkan sensasi sakit kepala yang berbeda dari sakit kepala biasanya. Seperti apakah sakit kepala tersebut?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa sebenarnya, tidak semua diabetesi akan mengalami gejala sakit kepala ini. Hanya saja, bagi mereka yang baru saja mengalami diabetes, maka sakit kepala akan muncul sebagai efek tubuh yang kesulitan untuk mengendalikan kadar gula darah. Bagi mereka yang sudah lama menderita diabetes, tubuh sudah terbiasa dengan kondisi kadar gula darah yang sulit untuk dikendalikan sehingga tidak mengalami gejala ini.

Perubahan kadar gula darah akan membuat tubuh mengalami perubahan hormon seperti epinephrine atau norepinephrine. Kondisi ini akan memicu penyempitan pembuluh darah yang ada dalam otak sehingga menyebabkan sakit kepala.

Salah satu jenis sakit kepala yang menandakan diabetes adalah yang terkait dengan hiperglikemia atau kondisi kadar gula darah yang lebih tinggi dari 200 mg/dL. Kadangkala sakit kepala tidak muncul hingga beberapa hari setelah kenaikan kadar gula darah meskipun gejala lain seperti tubuh yang mudah lelah, pandangan kabur, dehidrasi, dan luka yang sulit untuk disembuhkan sudah muncul.

Sementara itu, jenis sakit kepala yang menandakan diabetes lainnya adalah yang terkait dengan hipoglikemia atau saat kadar gula darah lebih rendah dari 70 mg/dL. Sakit kepala ini bisa muncul mendadak dengan diiringi gejala lain seperti keringat yang muncul berlebihan, terus merasa lapar, mual-mual, tubuh terasa lemah, dan mudah marah.

Sakit kepala lainnya yang terkait dengan diabetes adalah yang terkait dengan neuropati atau terjadinya kerusakan pada saraf akibat tingginya kadar gula dalam darah. Sakit kepala ini biasanya mirip dengan migrain. Sementara itu, sakit kepala glaukoma disebabkan oleh tekanan pada mata yang meningkat drastis akibat fluktuatifnya kadar gula dalam darah yang biasanya memiliki gejala seperti rasa nyeri pada bagian belakang atau atas mata.

Jangan sepelekan sakit kepala ya? Jika kerap muncul dan diiringi dengan gejala-gejala ini, bisa jadi penyebabnya adalah diabetes.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 

📱SMS/WA 0856.4344.7420


Jumat, 20 September 2019

Salah Kaprah Aturan Makan Bagi Penderita Diabetes


Karena tubuh memiliki ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin (hormon pengontrol gula darah), diabetesi memerlukan penanganan khusus terutama dalam mengontrol asupan yang masuk ke dalam tubuh.

Sayangnya, begitu banyak informasi yang beredar tentang penyakit diabetes membuat diabetesi khawatir dan stres akut. Penting bagi Anda untuk tahu mana yang mitos atau fakta mengenai makanan untuk diabetes agar Anda tidak salah kaprah.

1. Diabetesi tidak boleh mengonsumsi makanan manis

Terlalu banyak makan makanan manis memang tidak baik bagi diabetesi, tetapi bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsinya. Gula adalah karbohidrat sederhana yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi. 

Wajarnya batas asupan yang boleh dikonsumsi seseorang dalam satu hari adalah 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Berbeda dengan diabetesi, asupan gula yang dibutuhkan bergantung pada berapa banyak kalori yang masuk ke tubuh.

Perhatikan makanan manis yang Anda konsumsi agar tidak melebihi 1.500 kcal untuk membuat gula darah normal.

2. Makanan berlemak sangat berbahaya

Fakta selanjutnya yang sering salah kaprah tentang makanan untuk diabetes adalah daging merah. Meski disukai, daging merah mengandung lemak yang tinggi dan bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 19 persen.

Menurut Lu Qi, profesor di Harvard School of Public Health di Boston, diabetesi masih bisa makan daging merah selama tidak lebih dari 18 ons per minggu. Atau mudahnya, hanya 4-5 porsi daging merah per minggu.

Seandainya Anda ingin makan daging, pastikan Anda rutin mengontrol gula darah terlebih dahulu.

3. Tidak perlu insulin setelah menjalani gaya hidup sehat

Walau sudah mengatur pola makan dengan benar dan rutin berolahraga, bukan berarti diabetesi tidak membutuhkan suntikan insulin.

Insulin berperan penting untuk menyeimbangkan gula darah. Jika produksi insulin dalam tubuh terganggu, maka sel-sel tubuh dalam tubuh tidak mampu menyerap glukosa dalam darah dan menyebabkan diabetes. Maka dari itu, ketika gula darah melonjak naik suntik insulin diperlukan.

4. Diabetesi tidak boleh makan nasi

Banyak yang beranggapan diabetesi tidak dianjurkan mengonsumsi karbohidrat yang berada dalam nasi. Faktanya ama seperti daging merah, diabetesi masih bisa mengonsumsi nasi selama masih mengikuti batas kalori. 

Nasi maupun gandum mengandung kadar karbohidrat dan IG (indeks glikemik) yang sama. Dengan porsi terbatas, keduanya dapat dikonsumsi.

5. Ngemil tidak dianjurkan dokter

Selama ini, banyak orang berpendapat ngemil dapat memicu kenaikan kadar gula darah sehingga diabetesi sangat menghindari hal ini. Padahal jadwal ngemil tidak boleh terlewatkan agar tubuh tidak mudah lelah.

Pastikan Anda memilih snack yang sehat sekaligus memiliki IG yang rendah agar gula darah tidak naik secara drastis. Seperti snack yang tinggi protein dan serat sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui informasi yang benar mengenai makanan untuk diabetes. Jangan lupa tetap penuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang agar gula darah tetap stabil.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420

Jumat, 30 Agustus 2019

Firmax3 Sembuhkan Penyakit Komplikasi Diabetes



Penderita diabetes harus benar-benar memperhatikan kesehatannya, karena penyakit ini juga dapat memicu penyakit lain. Selain pola makan, kebugaran tubuh juga perlu dijaga. Nah, berikut adalah lima penyakit yang menghantui penderita diabetes, seperti dilansir Boldsky.

1. Penyakit jantung

Serangan jantung dan stroke menjadi salah satu komplikasi paling fatal dari diabetes. Gula darah tinggi dapat memperbesar timbunan lemak yang menyumbat jantung. Penyempitan pembuluh darah membuat aliran darah yang dipompa ke jantung terganggu. Kondisi itu nantinya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung bagi penderita diabetes.

2. Gagal ginjal

Ginjal bertugas menyaring darah di tubuh. Karena diabetes menghambat proses tersebut, itu kemudian menyebabkan masalah pada ginjal, yang pada akhirnya bisa memicu gagal ginjal.

3. Masalah penglihatan

Penderita diabetes tidak bisa mengabaikan hal ini. Diabetes juga dapat mempengaruhi pembuluh darah di retina dan menyebabkan pertumbuhan yang tidak biasa pada mata, yang nantinya dapat menyebabkan masalah mata yang serius, bahkan kebutaan. Diabetes juga dapat meningkatkan risiko glaukoma dan katarak.

4. Penyakit Alzheimer

Meskipun para ahli belum terlalu jelas tentang hubungan antara penyakit ini dan diabetes, mereka mengatakan bahwa penderita diabetes tipe 2 punya risiko yang lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.

5. Merusak saraf

Karena pembuluh darah menjadi sempit, saraf tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen. Akibatnya, penderita diabetes kerap mengalami rasa sakit, efek kesemutan pada jari, mual dll.

Inilah lima masalah yang sering dihadapi oleh penderita diabetes. Bila orang tua Anda telah didiagnosis dengan diabetes, Anda harus mulai waspada karena risiko Anda untuk terkena penyakit ini sangat besar.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420

Minggu, 24 Februari 2019

Firmax3 Sembuhkan Diabetes


Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Jenis-jenis Diabetes

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
  1. Sering merasa haus.
  2. Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  3. Sering merasa sangat lapar.
  4. Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  5. Berkurangnya massa otot.
  6. Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  7. Lemas.
  8. Pandangan kabur.
  9. Luka yang sulit sembuh.
  10. Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Beberapa gejala juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:
  1. Mulut kering.
  2. Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  3. Gatal-gatal.
  4. Disfungsi ereksi atau impotensi.
  5. Mudah tersinggung.
  6. Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
  7. Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Faktor Risiko Diabetes

Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
  • Menderita infeksi virus.
  • Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.
  • Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator).
  • Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.

Sedangkan pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
  • Kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.
  • Kurang aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena diabetes tipe 2.
  • Usia. Risiko terjadinya diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.

Khusus pada wanita, ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dapat lebih mudah mengalami diabetes tipe 2. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420



Selasa, 29 Januari 2019

Benarkah Penderita Diabetes Harus Mengurangi Makan Nasi ?


Nasi adalah menu utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Bahkan slogan “belum kenyang kalau belum makan nasi” sudah melekat di telinga dan di kehidupan sehari-hari. Hal ini bersinggungan bagi diabetesi (orang yang mengidap diabetes) yang katanya harus mengurangi atau bahkan tidak boleh makan nasi karena penyakitnya. Benarkah demikian? Mari simak penjelasnnya di bawah ini.

Makan nasi mungkin dianggap sebagai musuh utama (selain makan yang manis-manis seperti gula) untuk para diabetesi. Kandungan karbohidrat (gula) yang tinggi dalam nasi membuat para diabetisi takut untuk makan nasi.

Padahal, boleh-boleh saja orang dengan diabetes makan nasi. Namun, makan nasi untuk penderita diabetes harus diatur, dimasak dan dikondisikan dalam keadaan yang tepat. Bagaimana caranya?

1. Pilih nasi yang mengandung indeks glikemik rendah

Nasi putih hangat memang paling enak dan sering menggugah selera makan. Namun sayang, nasi yang baru saja tanak atau matang malah mengandung gula atau indeks glikemik yang tinggi. Kondisi ini pastinya dihindari para diabetesi yang enggan meningkatkan kadar gula darahnya.

Untuk mengantisipasinya, Anda masih bisa makan nasi, namun pakai nasi yang sudah didingikan dalam semalam atau nasi kemarin. Nasi yang sudah mengalami pendinginan semalaman akan membentuk pati resisten yang mirip dengan serat. Alhasil nasi kemarin ini punya indeks glikemik lebih rendah daripada nasi baru matang.

Meski demikian, banyak orang yang kurang suka menyantap nasi kemarin karena rasanya kurang enak dan tidak praktis karena harus mengendapkan nasi semalaman. Karena itu, Anda bisa mencoba beralih ke nasi merah yang mengandung karbohidrat lebih sedikit daripada nasi putih.

Nasi merah lebih sehat bagi diabetesi karena mengandung banyak serat, bisa bikin Anda kenyang lebih lama serta mengandung indeks glikemik rendah. Banyaknya serat di nasi merah ini dapat membantu tubuh dalam memperlambat proses pemecahan karbohidrat. Jadi gula darah Anda tidak akan melonjak tinggi sehabis makan nasi merah.

2. Makan nasi dengan porsi secukupnya saja

Meski diperbolehkan makan nasi untuk penderita diabetes, tetap saja Anda tidak bisa makan secara berlebihan. Diabetes Anda bisa jadi makin memburuk jika Anda makan nasi putih dalam jumlah yang banyak

Sebuah penelitian dari British Medical Journal menunjukkan, orang yang makan nasi putih dalam jumlah tinggi mempunyai risiko yang lebih besar untuk terkena diabetes mellitus tipe 2. Maka untuk para diabetesi, Anda disarankan untuk makan nasi dalam jumlah secukupnya.

Memangnya berapa jumlah yang cukup untuk makan nasi? Orang dengan diabetes dianjurkan untuk makan nasi sebanyak 45-60 gram saja dalam sehari. Jika ditakar, ini sama saja ukurannya dengan setengah gelas yang diisi nasi.

Namun, tiap orang punya kondisi diabetes yang berbeda. Untuk tahu takaran tepat makan nasi, silakan konsultasikan dokter atau ahli gizi.

3. Lengkapi nasi dengan lauk pauk sehat

Makan nasi biasanya dilengkapi dengan lauk pauk. Nah, di sini para diabetesi juga harus pandai memilih lauk yang akan disantap. Pasalnya, salah-salah memilih lauk, kadar gula bisa melonjak tinggi walaupun aturan makan nasi untuk penderita diabetes sudah tepat.

Apa lauk yang harus dimakan? Ada beberapa makanan yang bisa Anda makan. Utamakan untuk mengonsumsi serat guna membantu memperlambat pemecahan karbohidrat (yang mengandung gula) dalam tubuh. Anda bisa makan makanan berserat dari brokoli, bayam, atau kembang kol yang di kukus atau ditumis. Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan serat harian Anda sebanyak 25 gram per hari.

Selain itu, silakan konsumsi makanan berprotein seperti daging ayam atau sapi tanpa lemak yang digoreng pakai minyak sehat (minyak zaitun atau minyak kelapa). Anda juga bisa makan ikan, tempe, tahu dan telur sebagai teman nasi yang Anda santap.

4. Kurangi asupan gula dan selalu cek kadar gula darah

Selain memerhatikan asupan dan jenis nasi yang dimakan, Anda juga wajib mengurangi asupan gula dalam makanan sehari-hari. Namun, Anda masih bisa untuk merasakan cita rasa manis menggunakan pemanis rendah kalori yang sudah banyak dijual di pasar swalayan. Menggunakan pemanis berkalori rendah juga bisa mencegah kenaikan kadar gula dalam darah Anda melonjak tinggi.

Sesudahnya, jangan lupa untuk selalu cek kadar gula darah sehabis makan nasi dengan lauk pauk lainnya. Ini dapat membantu Anda mengetahui bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu sehingga tubuh mampu melakukan penyesuaian dalam mengonsumsi makanan ataupun obat-obatan nantinya.

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0856.4344.7420

Jumat, 04 Januari 2019

Firmax3 Atasi Luka Diabetes


Penyakit kencing manis atau yang lebih dikenal dalam dunia medis dengan sebutan Penyakit Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena organ pankreas dalam tubuh tidak mampu lagi untuk menghasilkan cukup insulin, di mana insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai nutrisi dan bahan bakar untuk menghasilkan energi. Produksi insulin yang kurang akan menyebabkan gula darah terus meningkat hanya di dalam darah dan tidak dapat disalurkan ke dalam sel-sel tubuh. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, organ-organ tubuh akan mengalami kerusakan karena sel-selnya tidak mendapat cukup sumber energi

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604


Jumat, 29 Juni 2018

Luka Diabetes Sembuh Setelah 3 Bulan Terapi Firmax3



Penyakit kencing manis atau yang lebih dikenal dalam dunia medis dengan sebutan Penyakit Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena organ pankreas dalam tubuh tidak mampu lagi untuk menghasilkan cukup insulin, di mana insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai nutrisi dan bahan bakar untuk menghasilkan energi. Produksi insulin yang kurang akan menyebabkan gula darah terus meningkat hanya di dalam darah dan tidak dapat disalurkan ke dalam sel-sel tubuh. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, organ-organ tubuh akan mengalami kerusakan karena sel-selnya tidak mendapat cukup sumber energi



Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Selasa, 26 Juni 2018

Buta Karena Diabetes

Tingginya angka penderita diabetes di Indonesia seharusnya diimbangi dengan kesadaran penderita akan gejala komplikasi yang diakibatkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah komplikasi naik ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi semakin parah.

Komplikasi penderita diabetes dapat dibagi menjadi dua, yakni komplikasi pada makrovaskuler (jaringan pembuluh darah besar) mau
pun mikrovaskular (jaringan pembuluh darah kecil).
- Komplikasi makrovaskuler biasanya menimbulkan penyakit seperti stroke, komplikasi hati dan hipertensi, penyumbatan aliran darah, dan gangguan pada kaki.
- Komplikasi microvaskuler dapat berakibat pada sakit ginjal, neoropathy atau gangguan fungsi saraf dan gangguan pada kaki. Ia juga bisa menyerang mata dengan retinopati dan katarak sehingga menyebabkan kebutaan.

Sejatinya, komplikasi diabetes terjadi akibat pecahnya pembuluh-pembuluh darah di tubuh karena insulin tak bisa lagi menahan kadar gula darah yang tinggi. Pembuluh darah yang pecah, bisa jadi menyasar pada otak, jantung, hati, ginjal, pembuluh darah arteri, maupun pembuluh darah pada retina mata.

Sayangnya, banyak dari pasien dengan komplikasi ini tidak menyadari telah terkena gangguan mata karena diabetes. Karena penyakit diabetes retinopati tak menunjukkan gejala secara khusus di awal terjangkitnya, ia bisa dikatakan telah menjadi fenomena gunung es.

Biasanya, seseorang yang terkena diabetes retinopati akan mengalami gangguan mata awal dengan adanya floaters atau beberapa bayangan hitam pada penglihatannya. Di tingkat yang lebih parah, garis lurus akan terlihat seperti melengkung.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ðŸ˜Š

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ðŸ˜Š

Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Senin, 11 Juni 2018

7 Fakta Tentang Kolesterol



Apa hal pertama yang terlintas dalam benak ketika Anda memikirkan kolesterol? Umumnya yang terlintas adalah makanan berlemak. 

Kolesterol adalah zat mirip lilin yang ditemukan di semua sel Anda. Ada dua jenis kolesterol, jahat dan kolesterol baik dan Anda akan terkejut mengetahui tentang fakta-fakta tentang kolesterol. 

Kolesterol jahat (LDL) menggandakan risiko penyakit jantung dan masalah jantung lainnya. Kolesterol baik (HDL) adalah kolesterol 'sehat' yang menurunkan kolesterol jahat dengan membuangnya dari arteri dan hati. 

Menurut Indian Heart Association, keseimbangan antara kolesterol baik dan jahat merupakan penyumbang penting untuk risiko kardiovaskular dan stroke. Namun, Anda harus mengetahui fakta mengejutkan tentang kolesterol. Berikut ulasannya seperti dilansir Boldsky.

1.Kolesterol Seimbang
Setiap orang sadar bahwa terlalu banyak kolesterol buruk untuk kesehatan, tetapi kolesterol rendah juga tidak baik. Para ahli menyarankan total kolesterol Anda harus di bawah 200 mg/dL untuk orang dewasa. Kolesterol rendah di bawah 160 mg/dL akan meningkatkan risiko kesehatan, termasuk kanker. 

2. Olahraga Baik untuk Kolesterol
Dokter selalu merekomendasikan olahraga sebagai perubahan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan kolesterol secara alami. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Olahraga ringan atau setengah jam latihan moderat per minggu akan meningkatkan kolesterol high-density lipoprotein (HDL). 

3. Makanan 
Kolesterol banyak ditemui pada makanan berbasis hewani, seperti daging, telur dan susu. Makanan yang digoreng mengandung lemak trans penambah kolesterol. Lemak trans dan lemak jenuh bertanggung jawab untuk meningkatkan kolesterol jahat. 

4. Disfungsi Ereksi 
Kolesterol tinggi telah dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi yang lebih besar, Alzheimer penyakit dan gagal ginjal. Menurut studi, diet tinggi kolesterol makanan dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan kanker hati. 

5. Kolesterol Tinggi Bisa Menjadi Genetik 
Diperkirakan 75 persen kolesterol disebabkan oleh gen dan sekitar 25 persen adalah karena diet. Mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol baik seperti ikan, daging dan susu, akan menyingkirkan kelebihan kolesterol jika berfungsi dengan baik. 

6. Anak-Anak Bisa Miliki Kolesterol Tinggi 
Anak-anak dapat memiliki risiko lebih tinggi memiliki kolesterol jahat pada usia dini. Anak-anak yang menderita masalah kolesterol dapat menderita karena kondisi seperti obesitas, riwayat keluarga serangan jantung atau riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi. 

7. Berkeringat 
Apakah Anda tahu bahwa Anda bisa menaikkan kadar kolesterol baik dengan berolahraga? Berolahraga dengan intensitas sedang seperti jogging atau berlari akan meningkatkan kadar kolesterol baik Anda. Semakin banyak Anda berkeringat, semakin Anda menurunkan kolesterol jahat.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ??
Konsultasi & Informasi Pemesanan
Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604 


Selasa, 06 Maret 2018

Tips Jaga Kesehatan Kaki Diabetes



Diabetes dapat menyebabkan komplikasi sekunder. Salah satunya, ketika kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan sirkulasi darah dan infeksi pada kaki.

Untuk mencegah komplikasi tersebut, penasihat medis, Dr Kakalee Saha, mengatakan ada beberapa tips sederhana untuk menjaga kesehatan kaki diabetesi, seperti dikutip Indiatimes, seperti:


1. Periksa kaki rutin

Kita cenderung mengabaikan kaki kita. Namun, setelah didiagnosis diabetes, baiknya periksa kaki setiap hari. Caranya misalnya, memperhatikan apakah ada luka, bintik-bintik merah, lecet, dan bengkak. Gunakan cermin untuk memeriksa bagian bawah kaki Anda.

2. Rendam kaki dalam air sabun hangat setiap hari

Cuci kaki Anda dalam air hangat setiap hari. Selain membersihkan kaki, hal ini sekaligus memeriksa kondisi kaki. Jangan lupa untuk mengeringkan kaki dengan baik, terutama di antara jari kaki, untuk mencegah infeksi jamur.

3. Melembapkan kaki

Terapkan losion pada permukaan dan bawah kaki untuk menjaga kelembapan.

4. Potong kuku kaki seminggu sekali

Bersihkan kuku dari kotoran setidaknya seminggu sekali untuk mencegah komplikasi diabetes.

5. Pilih sepatu dengan hati-hati

Pilihlah sepasang sepatu yang nyaman. Hindari berjalan tanpa alas kaki karena bisa melukai telapak kaki. Selalu periksa bagian dalam sepatu untuk memastikan ada batu atau puing-puing lain untuk menghindari luka.

6. Jangan duduk terlalu lama

Jangan duduk bersila dalam waktu lama. Bila tak memungkinkan berdiri, gerakkan pergelangan kaki naik dan turun minimal lima menit sekali.

7. Periksa oleh dokter secara teratur

Dokter akan memeriksa kaki untuk memastikan tidak ada komplikasi. Jangan lupa untuk menginformasikan kepada dokter apabila ada luka, lecet, atau sakit pada kaki.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊
Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Minggu, 29 Oktober 2017

Gagal Ginjal Karena Diabetes


Diabetes mellitus, biasanya disebut diabetes, adalah penyakit di mana tubuh Anda tidak membuat cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang mengatur jumlah gula dalam darah Anda. Tingkat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan masalah pada banyak bagian tubuh Anda.

Apa bedanya diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2?

Jenis diabetes yang paling umum adalah Tipe 1 dan Tipe 2. Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga disebut juvenile onset diabetes mellitus atau insulin-dependent diabetes mellitus. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak membuat cukup insulin dan Anda harus menggunakan suntikan insulin selama sisa hidup Anda.

Diabetes tipe 2, yang lebih umum, biasanya terjadi pada orang di atas usia 40 tahun dan disebut adult onset diabetes mellitus atau disebut juga non-insulin dependent diabetes mellitus. Pada tipe 2, pankreas membuat insulin, tetapi tubuh Anda tidak dapat menggunakannya dengan benar. Tingkat gula darah tinggi sering dapat dikontrol dengan mengikuti diet dan/atau minum obat, meskipun beberapa pasien tetap harus menggunakan insulin.

Apa pengaruh diabetes pada ginjal?

Dengan diabetes, pembuluh darah kecil dalam tubuh terluka. Ketika pembuluh darah di ginjal terluka, ginjal tidak dapat membersihkan darah Anda dengan benar. Tubuh Anda akan mempertahankan lebih banyak air dan garam dari yang seharusnya, dan dapat mengakibatkan kenaikan berat badan serta bengkak pada pergelangan kaki. Akan terdapat protein dalam urin Anda, dan limbah akan menumpuk dalam darah Anda.

Diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf dalam tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih Anda. Tekanan yang dihasilkan dari kandung kemih yang penuh dapat melukai ginjal. Jika urin tetap berada dalam kandung kemih untuk waktu yang lama, Anda dapat mengembangkan infeksi dari pesatnya pertumbuhan bakteri dalam urin yang memiliki tingkat gula tinggi.

Berapa banyak pasien diabetes yang terkena gagal ginjal?

Sekitar 30 persen pasien dengan diabetes tipe 1, dan 10-40 persen dari mereka dengan diabetes tipe 2  pada akhirnya akan menderita gagal ginjal.

Apa tanda-tanda awal penyakit ginjal pada pasien diabetes?

Tanda awal penyakit ginjal diabetik adalah peningkatan ekskresi albumin dalam urin. Ini hadir jauh sebelum tes biasa dilakukan pada klinik dokter Anda, sehingga sangat penting bagi Anda untuk melakukan tes ini secara tahunan. Berat badan dan bengkak  di pergelangan kaki juga dapat terjadi. Anda akan lebih sering buang air kecil di malam hari. Tekanan darah Anda mungkin terlalu tinggi. Sebagai orang dengan diabetes, Anda harus memeriksa darah, urin, dan tekanan darah setidaknya sekali setahun. Hal ini akan berdampak pada kontrol yang lebih baik terhadap penyakit, dan memungkinkannya dilakukan pengobatan dini tekanan darah tinggi serta penyakit ginjal. Mempertahankan kontrol diabetes Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit ginjal berat.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0878-3876-1604




Senin, 25 September 2017

Diabetes Pengaruhi Kesehatan Ginjal


Komplikasi penyakit diabetes melitus  tidak hanya penyakit jantung dan stroke saja. Akan tetapi, risiko penyakit ginjal juga menghantui para diabetesi. Oleh karena itu, penderita diabetes harus rutin mengecek kesehatan ginjalnya setiap tahun sambil mengontrol gula darah dan tekanan darah agar tetap stabil. Perlu diketahui, semakin tinggi kadar gula darah, maka semakin besar pula risiko komplikasi pada ginjal.

Apa hubungan diabetes melitus dengan kesehatan ginjal? 

Ginjal berfungsi untuk menyaring “bahan sisa” yang kita konsumsi dan dibuang dalam bentuk urin. Ketika seseorang terkena diabetes, kandungan gula yang sangat tinggi dalam darah membuat proses penyaringan pada ginjal menjadi lebih berat, dan setelah beberapa tahun bisa terjadi kebocoran, dan partikel besar seperti protein dapat masuk ke dalam urin, yang disebut sebagai microalbuminuria. Jika kejadian ini terjadi terus menerus, akan terjadi kerusakan ginjal karena tidak ada proses penyaringan dan seluruh limbah tersebut akan menumpuk di darah. Hal inilah yang disebut sebagai ESRD (end-stage renal disease) dan menyebabkan seseorang mengalami proses cuci darah.

Para diabetesi harus lebih memperhatikan tips kesehatan , yakni dengan menjaga kadar gula dan tekanan darah untuk menghindari penyakit ginjal. Bagi diabetesi yang telah mengalami penyakit pada ginjal, fungsi ginjal dapat ditingkatkan melalui cara-cara di bawah ini:

- Menganut pola makan yang tepat serta mengonsumsi makanan sehat
- Menjaga tekanan darah agar tidak lebih dari 120/80 mmHg
- Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik secara teratur
- Membatasi konsumsi gula dan garam


Diabetes tidak menjadi alasan bagi Anda untuk tidak menjaga kesehatan organ tubuh lainnya, termasuk ginjal. Kontrol diabetes Anda agar tidak menimbulkan komplikasi penyakit pada organ tubuh lainnya.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604




Selasa, 14 Februari 2017

TESTI JANTUNG, DIABETES, ASAM URAT & DARAH TINGGI




Tidak ada di dunia ini yang berharap sakit, apalagi mengidap berbagai macam penyakit. Sakit jantung saja rasanya sudah pasrah apalagi ditambah sakit diabetes, asam urat & darah tinggi.


Sehari bisa minum 39 butir obat. Tapi alhamdulillah dengan menggunakan FIRMAX3 selama satu setengah bulan, tidam minum obat & insulin hampir lepas. Bayangkan saja sebelum terapi dg FIRMAX3 insulin 7kali/hari.


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊


Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0878-3876-1604

Jumat, 30 Desember 2016

Tanda-tanda Diabetes



Diabetes adalah suatu jenis penyakit dimana tubuh tidak bisa memproduksi insulin atau hormon yang berfungsi mengatur kadar gula dalam darah secara optimal. Hal ini bisa terjadi karena dua hal, yaitu: hormon insulin yang tidak bisa mencukupi kebutuhannya dan atau insulin tidak dapat bekerja dengan baik. Kedua hal ini akan menyebabkan meningkatnya dan tidak terkontrolnya gula darah yang ada di dalam tubuh. Hormon insulin sendiri dapat diproduksi oleh organ dalam tubuh yang bernama pankreas. Pankreas yang tidak dapat memproduksi hormon insulin dengan baik akan menyebabkan tidak terkontrolnya gula darah tersebut.


BATASAN KADAR GULA DARAH DI DALAM TUBUH

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan gula darah atau glukosa sebagai sumber energi. Namun demikian kandungan glukosa atau gula darah yang berlebihan sangatlah buruk dan tidak baik bagi kesehatan tubuh. Untuk dapat mendiagnosa apakah seseorang mengalami diabetes atau tidak, maka salah satu parameter yang dapat diandalkan adalah batasan kadar gula darah yang normal. Berikut ini batasan – batasan kandungan gula darah di dalam tubuh :

Kandungan gula darah pada kondisi normal dan tidak berpuasa tidak lebih dari 200 mg/dl
Ketika sedang pada kondisi berpuasa, kandungan gula darah tidak lebih dari 126 mg/dl
Berikut beberapa ciri penderita diabetes melitus yang umum terjadi. Ciri-ciri ini merupakan gejala-gejala jadi, juga kemungkinan merupakan gejala penyakit lain selain diabetes. Untuk memastikannya haruslah dilakukan dengan cara uji kadar gula darah. 

Berikut ini beberapa ciri-ciri yang biasa dialami oleh penderita diabetes mellitus :

1. Rasa haus yang sangat berlebihan
Gejala pertama yang bisa dirasakan oleh penderita diabetes melitus adalah rasa haus yang berlebihan. Umumnya orang yang menderita diabetes melitus akan sering merasakan haus dan meskipun sudah minum dalam jumlah yang banyak, akan tetap merasa haus.

2. Berat badan yang rendah
Gejala-gejala yang dialami penderita diabetes melitus adalah berat badan yang rendah. Biasanya penderita diabetes mellitus, meskipun makan dalam jumlah besar dan banyak, tetap memiliki berat badan yang sangat rendah. Selain itu penderita diabetes melitus juga seringkali terlihat sangat kurus, meskipun memiilki nafsu makan yang tinggi dan makan dalam jumlah yang banyak.

3. Cepat letih
Gejala lainnya yang dapat terlihat pada orang yang terkenadiabetes mellitus adalah mudah merasa lelah . Mirip dengan gejala penyakit anemia, yaitu tubuh menjadi sering merasa lemas dan terasa sangat letih setelah melakukan sesuatu. Hal ini disebabkan karena kadar gula darah yang tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga tidak dapat menciptakan energi yang optimal dan membuat tubuh terasa sangat lemas.

4. Sering merasa mual dan muntah
Gejala lainnya yang muncul pada penderita diabetes mellitus adalah sering merasa mual, dan juga sering muntah-muntah.

5. Mudah lapar dan mudah merasa haus
Orang yang terkena diabetes mellitus umumnya memiliki nafsu makan yang tinggi. Selain itu, penderita diabetes mellitus juga sering merasa lapar dan haus dalam taraf yang tidak normal. Sehingga hal ini memicu penderita diabetes untuk terus minum dan makan dalam jumlah banyak, namun memiliki berat badan yang rendah dan juga terlihat kurus.

6. Penglihatan kabur dan juga terasa berbayang
Gejala yang dialami penderita diabetes melitus yang dapat dirasakan adalah penglihatan yang berkurang, kabur dan juga cenderung berbayang. Apabila anda merasakan hal ini secara tiba-tiba, cobalah periksakan ke dokter untuk melihat kadar gula darah anda.

7. Gatal-gatal
Gejala lainnya yang terlihatpada penderita diabetes mellitus adalah seringnya merasakan gatal-gatal pada sekujur tubuh seperti penyebab alergi kulit.

8. Sering kesemutan
Selain sering merasakan gatal-gatal, tubuh penderita diabetes mellitus juga sering kesemutan. Dalam posisi yang normal, seperti ketika berdiri dan juga duduk dengan posisi tubuh normal.

9. Kesulitan dalam penyembuhan luka
Salah satu gejala paling umum dan sering tejadi pada penderita diabetes melitus adalah kesulitan dalam penyembuhan luka. Dan yang lebih parahnya lagi adalah luka yang dialami oleh penderita diabetes melitus akan sampai pada tahap luka bernanah. Hal ini yang membuat luka tersebut tidak akan pernah sembuh dan membusuk, sehingga pilihan terakhir yang harus dilakukan adalah amputasi.


Jenis Diabetes Melitus

Diabetes melitus sendiri terdiri dari 2 jenis. Apa saja jenis dari penyakit diabetes mellitus? Berikut ini adalah 2 jenis diabetes melitus :

Diabetes tipe 1
Diabetes tipe satu merupakan jenis diabetes dimana organ pankreas di dalam tubuh sama sekali tidak dapat memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kandungan gula darah di dalam tubuh menjadi sangat tinggi dan tidak terkontrol. Biasanya pasien yang mengalami jenis diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan hormon insulin secara teratur untuk mengatur dan mengontrol kandungan gula darah di dalam tubuh.

Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 sering juga dikenal dengan istilah resistensi insulin. Hal ini merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana produksi hormone insulin tubuh yang kurang sehingga tidak dapat mengatur kadar gula darah di dalam tubuh. Biasanya, jenis diabetes tipe 2 atau resitensi insulin ini merupakan jenis diabetes yang paling umum terjadi. Kira-kira sebanyak 90% dari kasus diabetes merupakan jenis diabetes bertipe 2.

Itulah beberapa informasi umum dari penyakit diabetes melitus. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2013 tercatat hampir 8.5 juta orang memiliki penyakit diabetes, dengan rentang usia 20an hingga 70an tahun. Hal ini menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyakit yang sudah mengkhawatirkan, terutama di Indonesia sendiri.

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

SMS/WA : 0878 3876 1604

Sabtu, 10 September 2016

Gejala & Penyebab Diabetes Kering



Diabetes merupakan suatu gangguan kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah meningkat dan melebihi batas normal. Diabetes sering kali dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan obesitas (kelebihan berat badan) maupun orang-orang yang telah lanjut usia. Akan tetapi, anak-anak, orang dewasa, maupun orang yang telah berusia produktif juga dapat terkena gangguan ini.

Penyakit diabetes dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu
  1. Diabetes Tipe 1, yaitu diabetes yang disebabkan oleh kerusakan atau ketidaksediaan hormon insulin dalam tubuh.
  2. Diabetes tipe 2, yaitu diabetes yang terjadi akibat ketidakmampuan hormon insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah
  3. Diabetes gestasional, yaitu gangguan diabetes yang terjadi pada masa-masa kehamilan.

Dalam diabetes juga dikenal istilah diabetes kering, diabetes basah, maupun diabetes penyakit keturunan. Saat ini kita akan membahas terlebih dahulu tentang diabetes kering.

Apa Itu Diabetes Kering ??

Diabetes kering merupakan bagian dari gangguan diabetes yang mana hal tersebut ditandai dengan kondisi tubuh penderita diabetes terlihat kurus dan kering. Diabetes kering merupakan tanda awal timbulnya diabetes tipe 2, dimana insulin dalam tubuh penderita sudah mengalami kerusakan sehingga mengakibatkannya kebal terhadap kandungan glukosa dalam darah. Dalam kasus ini, insulin tidak mampu lagi untuk mengkonversi gula dalam darah menjadi glikogen yang pada akhirnya dapat menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normalnya, yaitu 150 mg/dl.

Ciri-ciri Penderita Diabetes Kering

Seseorang yang memiliki tanda-tanda atau ciri-ciri dibawah ini harus waspada, siapa tahu ia sedang mengalami gangguan diabetes jenis ini. Diantara ciri-ciri tersebut ialah :
  • Seorang penderita diabetes kering akan mudah merasa kelaparan. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan glukosa yang tidak dapat disalurkan ke seluruh sel-sel dalam tubuh.
  • Meningkatnya rasa haus serta frekuensi dalam buang air kecil yang disebabkan oleh terbuangnya jumlah glukosa melalui urine tanpa melalui proses penyaringan yang normal.
  • Mulut terlihat kering yang disebabkan oleh dehidrasi yang berlebihan
  • Timbulnya bau mulut pada nafas penderita yang disebabkan adanya hasil pembakaran lemak bersama aseton sebagai sumber energi yang menghasilkan keton, yaitu zat yang baunya menyerupai buah-buahan.
  • Penglihatan menjadi kabur yang terjadi akibat tingginya kadar glukosa dalam darah yang dapat mempengaruhi mata.
  • Timbulnya rasa pegal pada bagian otot yang disebabkan oleh dehidrasi.
  • Badan menjadi mudah lemah, letih, maupun lesu
  • Timbulnya luka pada bagian kulit yang sulit untuk mengering
  • Terjadi pembengkakan pada kaki
  • Kulit gatal-gatal
  • Mudah mengantuk
  • Berat badan yang terus menurun
  • Sakit kepala
Penyebab Diabetes kering

Beberapa penyebab terjadinya diabetes kering antara lain adalah :
  • Pola makan yang tidak teratur, yaitu seperti mengkonsumsi makanan yang terlalu manis, makanan ringan, soft drink, maupun jenis junkfood lainnya.
  • Mengalami gangguan bahaya obesitas (kelebihan berat badan)
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Penggunaan obat-obatan berbahan kimia
  • Kurang beristirahat dan berolahraga
  • Stress
Pencegahan Diabetes kering

Berikut ini cara untuk mencegah dan mengontrol diabetes kering :

1. Mengontrol gula darah

Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin
Mengkonsumsi obat-obatan antidiabetes

2. Selalu menjaga asupan makanan

Menjaga asupan kalori dalam tubuh merupakan langkah yang penting untuk mencegah timbulnya diabetes kering. Asupan makanan yang mengandung kalori berlebih dapat menimbulkan obesitas yang menjadi salah satu penyebab gangguan ini. Untuk itu, sebaiknya menghindari konsumsi makanan ataupun minuman yang terlalu manis.

3. Berolahraga secara teratur

Dengan melakukan kegiatan olahraga secara teratur dapat membantu untuk mempertahankan berat badan normal, sehingga terhindar dari gangguan obesitas. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

4. Menghindari stres

Stress memiliki peranan yang tak kalah besar terjadinya gangguan diabetes, yaitu memicu resistensi insulin sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol. Selain itu, penyebab stress juga dapat meningkatkan resiko obesitas, serta tekanandarah tinggi.

5. Menghindari rokok

Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes kering. Untuk itu, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut.


Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 

Minggu, 22 Mei 2016

Waspadai Gejala Diabetes Berikut Ini


Diabetes merupakan penyakit yang datang secara diam-diam. Bahkan penyakit ini kerap disebut sebagai the silent killer. Inilah yang membuat diabetes menjadi sulit teridentifikasi.

Sampai saat ini diabetes belum dapat disembuhkan. Namun penyakit ini dapat dikontrol apabila sudah dikenali gejalanya. Berikut beberapa gejala yang bisa dikenali yang dikutip dari buku Diabetes and Me yang ditulis oleh Sidartawan Soegondo.

Inilah 8 Gejala Diabetes Yang Anda Waspadai

1. Diabetesi atau penderita diabetes kerap merasakan lelah, haus, lapar dan tubuh lemas. Keadaan ini disebabkan oleh hormon insulin yang tidak lagi aktif, sehingga gula darah sulit melewati membran sel dan terjadi penumpukan gula darah.

2. Diabetesi kerap buang air kecil. Bagi Anda yang tidak minum air banyak sebelum tidur, namun kerap buang air kecil, maka ini merupakan gejala diabetes. Hal ini biasanya terjadi di malam hari dengan frekuensi lebih dari tiga kali.

3. Pada diabetesi, gula yang dibawa dalam darah sulit diserap oleh tubuh. Tidak terserapnya gula tersebut banyak terbuang melalui urine. Hal ini membuat energi yang dibutuhkan tubuh pun tak terpenuhi. Dengan demikian diabetesi kerap merasa kantuk.

4. Kekurangan energi akibat gagalnya insulin mengubah gula menjadi energi, membuat tubuh tak berenergi. Tubuh selanjutnya akan memanfaatkan simpanan lemak dalam tubuh sebagai energi. Ini akan terus berlangsung hingga lemak tak bersisa dan menyebabkan berat badan berkurang.

5. Kulit diabetesi terlihat pucat dan kering akibat adanya kerusakan saraf tepi atau neuropati perifer. Hal ini memengaruhi sirkulasi dan fungsi kelenjar keringat. Kulit diabetesi pun akan gatal, kering dan mudah terinfeksi.

6. Dengan gagalnya insulin beroperasi, sistem kekebalan tubuh pun turut terkena dampaknya. Sehingga penyakit dari luar mudah menyerang, terutama luka di bagian kaki dan tangan.

7. Diabetesi akan mengalami penglihatan yang kabur. Hal ini disebabkan oleh berlebihnya kadar gula yang merusak pembuluh darah dan saraf mata. Tidak hanya itu, kadar gula yang tinggi juga memicu penarikan air di dalam sel melalui proses osmosis.

8. Saraf-saraf yang berada di tangan dan kaki juga terkena dampak dari berlebihnya kadar gula dalam darah. Efeknya adalah saraf tersebut berkurang kemampuannya untuk merasa. Diabetesi pun kerap merasakan kesemutan.



Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Kak Diyah 
Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 

Mohon maaf tidak menerima telp
Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3