Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Penumbuh Rambut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Penumbuh Rambut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2019

Rambut Balita Tipis dan Jarang ?


Setiap orangtua tentu menginginkan kondisi yang terbaik untuk anak-anaknya. Salah satunya rambut anak yang tumbuh lebat dan indah. Sayangnya, beberapa rambut bayi tipis dan jarang ketika mereka dilahirkan.

Dalam beberapa kasus, hal itu mungkin normal saja terjadi. Namun dalam beberapa kasus lainnya, hal itu bisa menunjukan suatu kondisi yang lebih serius.

Dilansir dari Everyday Health, kerontokan rambut pada anak menyumbangkan 3% alasan kunjungan anak-anak ke dokter. Artinya, kerontokan rambut pada anak merupakan sesuatu yang umum terjadi.

Sama seperti rambut orang dewasa, rambut anak-anak juga memiliki siklus hidup yang cukup sulit untuk diprediksi. Setiap helai rambut anak-anak tumbuh aktif selama dua hingga enam tahun.

Setelah itu, rambut melewati siklus istirahat yang disebut fase telogen. Sekitar tiga bulan dalam fase telogen, rambut rontok dan yang baru tumbuh di tempatnya.

Ada banyak alasan mengapa rambut anak rontok secara tidak normal dan berlebihan. Beberapa di antaranya dikarenan beberapa masalah :

a. Tinea kapitis

Tiniea kapitis adalah salah satu penyebab paling umum dari kerontokan rambut pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut.

Seorang anak yang mengalami penyakit ini biasanya akan memiliki kulit kepala yang bersisik dan pitak. Ini adalah infeksi jamur menular dan bisa terjadi pada siapa saja. Namun umumnya terjadi pada anak-anak usia sekolah.

Tinea capitis dapat memengaruhi rambut di kulit kepala, alis, dan bulu mata. Bila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan rambut yang parah, kebotakan, dan bekas luka permanen.

Selalu jaga kebersihan tangan, cuci rambut dan kepala bayi dengan rutin untuk menghindari penyakit ini.

b. Telogen effluvium

Telogen effluvium adalah suatu kondisi di mana siklus hidup rambut terganggu. Biasanya, sekitar 10 hingga 15 persen rambut di kepala anak Anda berada dalam fase telogen.

Namun dalam telogen effluvium, banyak rambut dilemparkan ke fase telogen. Setelah beberapa minggu atau bulan, kebotakan sebagian atau seluruhnya terjadi.

Efluvium telogen dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk demam ekstrem, stres akibat anestesi umum, overdosis vitamin A, cedera, efek samping obat (misalnya, accutane), atau stres emosional yang parah.

Tidak ada tes diagnostik untuk telogen effluvium, biasanya didiagnosis setelah pemeriksaan yang cermat dan riwayat medis. Kondisi ini cenderung dapat hilang dengan sendirinya dan rambut anak-anak biasanya tumbuh kembali sepenuhnya dalam waktu enam bulan hingga satu tahun.

c. Alopecia areata

Alopecia areata mempengaruhi sekitar 1 dari 1.000 anak pada waktu tertentu. Meskipun jarang terjadi tetapi kondisi ini patut Anda waspadai.

Penyebab alopecia areata adalah serangan sistem imunitas tubuh sendiri. Oleh karena penyakit ini termasuk ke dalam salah satu penyakit autoimun.

Gejala utama yang ditunjukan dari penyakit ini ialah kebotakan yang berpila bulat atau oval. Pola botak ini halus dan tidak meradang. Kerontokan rambut ini terjadi dalam hitungan beberapa hari,

Alopecia areata tidak dapat disembuhkan, tetapi dokter kulit dapat menggunakan obat-obatan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan rambut. Dalam beberapa kasus, alopecia areata akan berkembang sampai semua rambut di kepala anak rontok.

d. Trauma batang rambut

Stres fisik pada rambut yang dikenal sebagai trauma batang rambut dapat menyebabkan kerontokan rambut pada anak-anak. Trauma batang rambut dapat disebabkan oleh pencabutan rambut yang konsisten (misalnya, kuncir kuda atau kepang yang ketat), gesekan yang berlebihan (seperti bergesekan dengan bantal), atau dengan luka bakar kimiawi pada batang rambut.

Hal ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang memiliki trikotilomania, suatu kondisi mental yang menyebabkan orang-orang secara obsesif mencabut rambut mereka.

Namun dalam beberapa kasus, trauma batang rambut bisa berlangsung cukup lama hingga menyebabkan jaringan parut dan rambut mungkin tidak tumbuh kembali.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 

📱SMS/WA 0856.4344.7420


Sabtu, 21 April 2018

Kenapa Banyak Pria Cenderung Botak


Penyebab kebotakan pria secara biologis sudah ditemukan. Dalam sebuah penelitian terhadap pria botak dan tikus laboratorium, ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan protein yang memicu kerontokan rambut. Dari sana, mereka sedang menuju ke arah pengembangan krim yang langsung mengobati kebotakan. Demikian laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine. 

Sebagai mana diketahui, sebagian besar pria mengalami kebotakan pada usia paruh baya. Sekitar 80 persen pria mengalami kerontokan rambut sampai usia 70 tahun.

Hormon testosteron berperan penting dalam kebotakan. Demikian juga faktor genetik. Keduanya menyebabkan folikel rambut mengerut dan akhirnya menjadi sangat kecil dan tak terlihat oleh mata telanjang. Dan di kepala tampaklah kebotakan.

Ilmuwan dari University of Pennsylvania telah menganalisis gen yang bekerja ketika pria mulai botak. Mereka menemukan kadar protein kunci, yang disebut prostaglandin D synthase, meningkat dalam sel-sel folikel rambut yang terletak di kulit kepala yang botak, bukan di daerah yang berambut.

Tikus-tikus dalam percobaan memiliki kadar protein itu dalam kadar tinggi ketika sepenuhnya botak. Sementara rambut manusia yang ditransplantasi berhenti tumbuh ketika diberi protein tersebut.

Prof. George Cotsarelis dari departemen dermatologi yang memimpin penelitian itu mengatakan, ”Pada dasarnya kami membuktikan bahwa protein prostaglandin meningkat di kulit kepala yang botak pada pria. Protein itu menghambat pertumbuhan rambut. Jadi kami mengidentifikasi target untuk mengobati kebotakan berpola pada pria.”

Penghambatan pertumbuhan rambut terpicu ketika protein terikat pada sebuah reseptor dalam sel-sel folikel rambut, kata Prof. Cotsarelis. Beberapa obat yang menargetkan protein ini sudah diidentifikasi. Beberapa di antaranya sudah berada dalam tahap ujiklinis.

Mereka mengatakan, ada potensi untuk mengembangkan obat yang bisa dioleskan ke kulit kepala untuk mencegah kebotakan. Kemungkinan juga rambut bisa tumbuh kembali di kepala yang sudah telanjur botak.

Penelitian lain juga membuktikan ada kemungkinan kepala yang telanjur botak bisa memiliki rambut kembali. Percobaan pada tikus, sebagaimana dilaporkan jurnal Cell, mengatakan sel punca rambut dikontrol oleh lemak. 

Menginjeksi sejenis sel lemak merangsang pertumbuhan rambut tikus. Tim peneliti dari Yale University yang melakukan penelitian mengatakan, hasil penelitian ini memungkinkan rambut botak untuk ditumbuhkan kembali.

Menurut mereka, terdapat peningkatan empat kali lipat jumlah prekursor sel lemak dalam kulit di sekitar folikel rambut ketika mulai tumbuh. Tikus yang botak tidak memproduksi sel lemak tersebut. 

Rambut secara normal tumbuh dalam siklus tertentu dan ada siklus dorman, yakni rambut tidur atau tidak tumbuh. Pada tikus botak, folikel terperangkap dalam fase dorman siklus kehidupan rambut.

Ilmuwan kemudian menyuntik sel lemak pada tikus botak yang diambil dari tikus sehat. Dua pekan kemudian, folikel rambut mulai tumbuh. Menginjeksi faktor pertumbuhan pada sel kulit tikus botak bisa memulai pertumbuhan 86 persen folikel.

Namun, belum diketahui proses kimiawi ini juga terjadi pada kepala manusia. Penelitian sebelumnya pada pria membuktikan bahwa bagian yang botak di kulit kepala memiliki jumlah sel punca yang sama dengan bagian yang punya rambut.

“Jika kita bisa membuat sel lemak di kulit bicara dengan sel punca tidur (dorman) di dasar folikel rambul, kita mungkin bisa membuat rambut tumbuh kembali,” kata Prof.Valerie Horsley dari Yale University.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ??
Konsultasi & Informasi Pemesanan
Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Kamis, 15 Maret 2018

Penyebab Rambut Kusam dan Rontok



Memiliki model rambut lurus adalah sebuah berkah tersendiri. Apa lagi bila rambut tersebut didapatkan dari ayah atau ibu. Namun seorang ahli hairstyle asal New York, Adam Maclay berpendapat bahwa rambut lurus lebih mudah rusak daripada jenis rambut lainnya. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan harian serta cara seseorang dalam memahami cara merawat rambut.

Supaya tidak penasaran, serta agar terhindar dari penyebab rambut rontok serta kusam karena rusak, berikut adalah enam cara mengatasi rambut rontok agar tidak merusak rambut lurus.

Menyisir Ketika Basah

Perlu diketahui bahwa kekuatan rambut bisa berkurang hingga 30 persen dalam kondisi basah. Jadi jangan heran bila menemukan rontokan-rontokan rambut ketika menyisirnya dalam keadaan terlalu lembap. Sebaiknya tata rambut dengan jari terlebih dahulu hingga mengering, kemudian baru sisir sesuai dengan keinginan gaya rambut.

Mengikat Saat Basah

Sekali lagi, rambut basah itu rentan terhadap kerusakan. Rambut juga perlu bernafas, apalagi dalam keadaan basah. Mengikat rambut dalam keadaan lembap akan membuatnya semakin rapuh dan pada akhirnya hal ini akan menjadi penyebab rambut rontok dan rusak. Sebaiknya tunggu dahulu sampai rambut benar-benar kering sebelum mulai mengikatnya dengan karet atau pita rambut.

Pemakaian Alat-Alat Penata Rambut Secara Berlebihan

Rambut lurus memiliki bentuk helai rambut yang lebih halus dibandingkan dengan jenis rambut lainnya. Menggunakan alat penataan rambut yang terlalu panas pada rambut bertipe lurus sama saja dengan mendekatkan diri pada risiko yang sangat besar karena ini adalah salah satu penyebab rambut rontok dan rusak. Ada baiknya untuk mengoleskan vitamin pelindung rambut terlebih dahulu sebelum menggunakan alat-alat hairstyling untuk mengurangi risikonya.

Penggunaan Produk Rambut yang Tidak Tepat

Hal lain yang menjadi penyebab rambut rontok berlebihan adalah penggunaan produk perawatan yang tidak cocok dengan kondisi atau tipe rambut. Be smart! Pilihlah produk perawatan rambut yang tidak mengandung alkohol karena senyawa ini malah akan menyerap minyak alami pada rambut dan menyebabkan kerusakan seperti rambut rontok atau ketombe.

Terlalu Sering Menggunakan Cat atau Semir Rambut

Bagi kaum wanita berusia muda, gonta-ganti warna rambut mungkin terlihat seru dan menyenangkan karena bisa memberikan tampilan yang beda. Namun apalah kesenangan tersebut bila akhirnya malah menyebabkan kerusakan seperti ketombe atau rambut rontok pada rambut lurus. Patut diingat bahwa seaman apapun pewarna rambut pasti mengandung bahan kimia, yang jika diaplikasikan secara terus menerus kepada rambut bakal memberikan dampak negatif yang tidak baik untuk kesehatannya. Sebelum melakukan pewarnaan pada rambut, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada hairstylist, serta gunakan produk khusus untuk merawat rambut berwarna.

Cara Mengatasi Rambut Rontok Dari Faktor L (Lingkungan)

Lingkungan sekitar ternyata juga bisa memberikan andil atas kerusakan rambut. Angin, air laut, serta paparan sinar matahari bisa menyebabkan rambut rusak, seperti rambut bercabang dan kusut. Jadi, saat menikmati alam selama liburan, bijaksanalah untuk menggunakan topi atau ikat rambut agar melindunginya dari faktor-faktor perusak rambut yang bertebaran di lingkungan.

Bagaimana bila rambut lurus akhirnya harus mengalami kerusakan? Sebelum mengalami rontok parah atau bermacam kerusakan lainnya, segera ketahui cara merawat rambut dengan menggunakan produk yang mampu merevitalisasi keadaan rambut agar kembali terlihat indah dan sehat. Selain itu, melakukan konsultasi ke ahli rambut juga akan menjadi solusi jitu agar masalah rambut rontok berhenti dan kembali sehat, lembut serta bebas dari masalah.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊
Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Kamis, 24 Agustus 2017

Penyebab Rambut Botak



Saat rambut rontok, Anda mungkin khawatir akan mengalami kebotakan. Normal jika rambut Anda rontok sebanyak 50-100 helai per hari. Hal ini tidak menyebabkan masalah karena rambut baru akan tumbuh lagi. Namun, masalah muncul jika banyak rambut rontok dan tidak dibarengi dengan tumbuhnya rambut baru, atau ketika folikel rambut rusak dan digantikan dengan jaringan parut. Jika hal ini terjadi, Anda mungkin bisa mengalami kebotakan. Suatu hal yang pasti tidak diinginkan oleh semua orang, kecuali pada orang yang sengaja membuat kepalanya botak.

Apa saja penyebab kebotakan?

Kepala botak dimulai dengan rambut rontok terlebih dahulu yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kebotakan adalah faktor keturunan, perubahan hormon, kondisi medis, atau ketika Anda dalam masa pengobatan.

1. Faktor keturunan

Sebagian besar kebotakan disebabkan oleh faktor keturunan. Pola kebotakan yang terjadi pada pria berbeda dengan pola kebotakan yang terjadi pada wanita. Biasanya kebotakan ini terjadi secara bertahap dan dalam pola yang dapat diprediksi. Kebotakan pada pria diawali dengan garis rambut di dahi yang makin mundur, disertai titik atau daerah lingkaran kebotakan kecil pada kulit kepala. Pada wanita, kebotakan diawali dengan rambut yang makin menipis.

Kebotakan pada pria dan wanita dapat disebabkan oleh androgenetik alopecia, yang merupakan faktor keturunan dan dipengaruhi oleh hormon androgen. Setiap rambut pada kepala Anda memiliki siklusnya masing-masing, rambut rontok dan kemudian digantikan dengan rambut baru. Biasanya, folikel rambut rontok digantikan dengan rambut baru dalam ukuran yang sama. Namun, yang terjadi pada awal kebotakan adalah folikel rambut menyusut sehingga rambut baru tumbuh lebih tipis dan lebih halus pada wanita, sedangkan pada pria rambut tumbuh lebih pendek dan lebih halus. Folikel rambut makin menyusut, siklus pertumbuhan rambut berakhir, dan pada akhirnya tidak ada rambut baru lagi yang tumbuh.

Pria lebih cepat mengalami kebotakan dibanding wanita. Pada pria, kebotakan bisa terjadi pada masa awal pubertas. Faktor keturunan dapat mengatur di usia berapa Anda mulai mengalami kebotakan dan juga dapat mempengaruhi tingkat kebotakan rambut.

2. Perubahan hormon

Perubahan atau ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan Anda mengalami rambut rontok dan selanjutnya dapat berujung kepada kebotakan rambut. Salah satu hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan rambut adalah hormon androgen atau hormon seks pria. Salah satu fungsi dari hormon androgen adalah untuk mengatur pertumbuhan rambut. Penelitian menunjukkan bahwa pola kebotakan pada pria berhubungan dengan hormon androgen.

Pada wanita, perubahan hormon androgen biasanya terjadi setelah menopause, yang dapat menyebabkan kebotakan. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa itu tidak berhubungan langsung. Seperti dilansir dari webmd.com, Dr. Nicole Rogers, seorang  ahli dermatologis dari Old Metairie Dermatology, mengatakan bahwa bisa jadi menopause dan rambut rontok hanya terjadi pada usia yang sama, tidak ada hubungan langsung.

Selain saat menopause, perubahan hormon pada wanita juga bisa terjadi saat kehamilan dan kelahiran. Pada saat kehamilan dan kelahiran, wanita biasanya juga mengalami kerontokan rambut. Selain itu, beberapa hormon dipengaruhi oleh kelenjar tiroid sehingga masalah pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan rambut rontok.

3. Kondisi medis dan pengobatan

Jika seluruh folikel rambut berukuran sama atau jika rambut rontok tiba-tiba, hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor lain yang bukan faktor keturunan, seperti kondisi medis. Kondisi medis dapat menyebabkan ruam, kemerahan, nyeri, kulit kepala mengelupas, rambut patah, kebotakan sebagian, atau pola yang tidak biasa dari rambut rontok yang menyertai rambut rontok sehingga berujung pada kebotakan.

Ada berbagai macam kondisi medis yang dapat menyebabkan rambut rontok sehingga berujung kepada kebotakan, seperti gangguan kelenjar tiroid, anemia, penyakit autoimun, dan sindrom ovarium polikistik yang umumnya terjadi pada wanita.

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh dapat menyerang folikel rambut. Menyebabkan rambut rontok tiba-tiba dan meninggalkan bekas halus pada kulit kepala, menghasilkan kebotakan membentuk lingkaran kecil di kulit kepala. Kerontokan rambut yang disebabkan sistem imun ini biasa disebut dengan alopecia areata.

Rambut rontok juga bisa terjadi karena stres yang ekstrem, trauma fisik seperti operasi atau sakit yang berkelanjutan, penurunan berat badan yang drastis selama periode waktu yang singkat, dan mengonsumsi terlalu banyak vitamin A. Rambut rontok dapat terjadi beberapa minggu sampai enam bulan setelah salah satu kondisi tersebut terjadi.

Selain kondisi medis, rambut rontok juga bisa disebabkan oleh pengobatan atau perawatan yang sedang dilakukan. Rambut rontok dapat disebabkan oleh obat yang digunakan oleh penderita kanker, artritis, depresi, masalah jantung, tekanan darah tinggi, dan alat kontrasepsi. Temui dokter Anda jika rambut rontok terjadi setelah minum obat baru atau ketika hal tersebut disertai dengan keluhan kesehatan lainnya.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin 5EC530F8
SMS/WA 0878-3876-1604



Rabu, 14 September 2016

Penyebab Kebotakan (Alopesia)



Kebotakan (alopesia) adalah hilangnya sebagian atau seluruh rambut. Sejalan dengan pertambahan usia, pada pria dan wanita akan terjadi penurunan kepadatan rambut. Pria memiliki pola kebotakan khusus yang berhubungan dengan hormon testosteron. Jika seorang pria tidak menghasilkan testosteron (akibat kelainan genetik atau dikebiri), maka dia tidak akan memiliki pola kebotakan tersebut. Wanita juga memiliki pola kebotakan yang khusus.

Alopesia paling sering terjadi pada kulit kepala, biasanya terjadi secara bertahap dan bisa seluruh kulit kepala kehilangan rambutnya (alopesia totalis) atau hanya berupa bercak-bercak di kulit kepala. Sekitar 25% pria mulai mengalami kebotakan pada usia 30 tahun dan sekitar duapertiga pria menjadi botak pada usia 60 tahun.

Rata-rata kulit kepala mengandung 100.000 helai rambut dan setiap harinya, rata-rata sebanyak 100 helai rambut hilang dari kepala. Setiap helai rambut berumur 4,5 tahun, dengan pertumbuhan sekitar 1 cm/bulan. Biasanya pada tahun ke 5 rambut akan rontok dan dalam waktu 6 bulan akan diganti oleh rambut yang baru. Kebotakan yang diturunkan terjadi akibat kegagalan tubuh untuk membentuk rambut yang baru, bukan karena kehilangan rambut yang berlebihan.


PENYEBAB KEBOTAKAN

Penyebabnya bisa berupa:

* Keturunan
* Penuaan
* Perubahan hormon
* Demam
* Keadaan kulit lokal
* Penyakit sistemik
* Obat-obat tertentu, misalnya yang digunakan untuk mengobati kanker atau vitamin A yang berlebihan
* Pemakaian sampo dan pengering rambut yang berlebihan
* Stres emosional atau stres fisik
* Perilaku cemas (kebiasaan menarik-narik rambut atau menggaruk-garuk kulit kepala)
* Luka bakar
* Terapi penyinaran
* Tinea kapitis
* Trikotilomania.


GEJALA KEBOTAKAN

Kebotakan Pola Pria

Kebotakan pola pria adalah suatu pola khusus dari kebotakan pada pria, yang disebabkan oleh perubahan hormon dan faktor keturunan. Kebotakan terjadi karena adanya penciutan akar rambut yang menghasilkan rambut yang lebih pendek dan lebih halus. Hasil akhir dari keadaan ini adalah akar rambut yang sangat kecil, yang tidak memiliki rambut. Penyebab gagalnya pertumbuhan rambut baru belum sepenuhnya dimengerti, tetapi hal ini berhubungan dengan faktor keturunan dan hormon androgen, terutama dihidrotestosteron yang berasal dari testosteron.

Kebotakan pola pria dimulai pada garis rambut; secara bertahap, garis rambut mundur membentuk huruf M. Rambut menjadi lebih halus dan tidak tumbuh sepanjang sebelumnya. Rambut di ubun-ubun juga mulai menipis dan pada akhirnya ujung atas dari garis rambut yang berbentuk M bertemu dengan ubun-ubun yang menipis, membentuk kebotakan yang menyerupai tapal kuda.

Kebotakan Pola Wanita

Kebotakan pola wanita adalah kehilangan rambut pada wanita akibat perubahan hormon, penuaan dan faktor keturunan. Kebotakan terjadi karena adanya kegagalan pertumbuhan rambut yang baru. Penyebab dari kegagalan tersebut belum sepenuhnya dimengerti, tetapi diduga berhubungan dengan faktor keturunan, penuaan dan kadar hormon androgen. Perubahan kadar hormon androgen bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut. Setelah menopause, banyak wanita yang merasakan rambutnya menipis, sedangkan rambut wajahnya menjadi lebih kasar.

Pola kebotakan pada wanita berbeda dengan kebotakan pada pria. Rambut di garis rambut (dahi) tetap, sedangkan rambut di bagian kepala lainnya menipis. Mungkin terdapat kehilangan rambut yang lebih di ubun-ubun, tetapi jarang berkembang menjadi kebotakan total seperti yang terjadi pada pria.

Kebotakan pada wanita juga bisa disebabkan oleh:
- kerontokan rambut yang bersifat sementara (effluvium telogen)
- kerusakan rambut akibat penataan rambut, pengeritingan atau penarikan rambut
- alopesia areata
- obat-obatan
- penyakit kulit tertentu.

Alopesia Toksika

Alopesia toksika atau alopesia karena keracunan bisa terjadi akibat:

* Penyakit berat yang disertai demam tinggi.
* Dosis yang berlebihan dari beberapa obat (terutama talium, vitamin A dan retinoid)
* Obat kanker
* Kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisa yang kurang aktif
* Kehamilan.

Kerontokan rambut bisa terjadi selama 3-4 bulan setelah penyakit atau keadaan lainnya. Biasanya kerontokan bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali.


Alopesia Areata

Alopesia areata adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi kerontokan rambut di daerah tertentu, biasanya pada kulit kepala atau janggut. Pada alopesia universalis terjadi kerontokan pada semua rambut tubuh; sedangkan pada alopesia totalis terjadi kebotakan total pada rambut kepala. Pola kebotakan yang terjadi adalah khas, yaitu berupa bercak berbentuk bundar. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kadang dihubungkan dengan penyakit autoimun.

Trikotilomania

Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Hilangnya rambut bisa membentuk suatu bercak bundar atau tersebar di kulit kepala. Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik. Paling sering ditemukan pada anak-anak, tetapi kebiasaan ini bisa menetap sepanjang hidup penderita.


Alopesia Karena Jaringan Parut

Kebotakan terjadi di daerah jaringan parut. Jaringan parut mungkin berasal dari luka bakar, cedera berat atau terapi penyinaran.

Penyebab lain dari alopesia karena jaringan parut adalah:
- lupus eritematosus
- liken planus
- infeksi bakteri atau jamur yang bersifat menetap
- sarkoidosis
- tuberkulosis
- kanker kulit.


Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 
Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3