Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Jantung Koroner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Jantung Koroner. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2019

Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda


Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada 2013, di Indonesia, penyakit jantung koroner mencapai angka 12,1% dari populasi. 

Bahkan, penyakit ini semakin banyak diderita oleh kelompok usia muda, yakni 39% berusia kurang dari 44 tahun. Sebanyak 22% dari penderita jantung usia muda itu ada di kisaran 15–35 tahun. Jadi, bagaimana serangan jantung itu terjadi dan apa penyebabnya? 

Jantung memiliki beberapa jenis pembuluh, di antaranya yang paling penting adalah arteri koroner. Pada arteri ini terdapat sirkulasi darah kaya oksigen ke semua organ dalam tubuh, termasuk jantung. 

Bila arteri ini tersumbat atau menyempit, aliran darah ke jantung bisa turun secara signifikan atau berhenti sama sekali. Hal ini bisa menyebabkan serangan jantung. 

Beberapa gejala yang muncul akibat serangan jantung seperti: 
  • Nyeri dada. Bagian ini biasanya terasa seperti ditekan atau diremas pada dada sebelah kiri. 
  • Tidak nyaman di bagian tubuh atas. Merasakan sakit pada salah satu atau kedua lengan, punggung, bahu, leher, rahang, atau bagian atas perut (di atas pusar). 
  • Rasa tidak nyaman tersebut berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang dan kembali lagi. Kadang disertai dengan rasa gelisah dan detak jantung cepat. Sesak napas. Biasanya jika ini terjadi maka tubuh akan mengeluarkan keringat dingin, kepala terasa pusing, dan tubuh terasa lemas. 
  • Gejala lain. Pada beberapa orang muncul gejala lainnya seperti batuk, mual, muntah sering terjadi pada wanita. 

Penyebab tersering serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, penumpukan plak terbentuk di arteri. Kemudian pada suatu saat plak ini akan robek dan terlepas. 

Bila robekan atau bongkahan plak yang terlepas ini cukup besar dan terbawa aliran darah ke arteri koroner, plak ini bisa mengakibatkan sumbatan. 

Arteri koroner membawa oksigen untuk otot-otot jantung. Bila aliran arteri ini tersumbat, oksigen tidak dapat mencapai otot jantung, dan otot jantung pun dapat mati bila dibiarkan lama tanpa oksigen.
 
Spasme arteri koroner. Ini adalah salah satu penyebab lain serangan jantung. Otot arteri koroner dapat mengalami penyempitan karena spasme. Bila spasme yang terjadi parah, aliran darah pun tersumbat sehingga otot jantung akan kekurangan oksigen. 

Orang-orang yang berisiko terkena serangan jantung biasanya memiliki pola hidup yang tidak sehat dan juga faktor genetika, seperti: 

  1. Kelebihan berat badan sangat tidak baik untuk kesehatan. Bahkan jika seseorang melakukan diet yang salah, misalnya, diet tinggi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan sodium juga akan meningkatkan kolesterol. 
  2. Kandungan yang terdapat pada rokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. 
  3. Umur. Risiko serangan jantung meningkat seiring bertambahnya usia. Pria berisiko tinggi mengalami serangan jantung setelah usia 45 tahun, dan wanita berisiko tinggi mengalami serangan jantung setelah usia 55 tahun. 
  4. Faktor keturunan. Faktor yang sangat tinggi dari keluarga yang dapat meningkatkan serangan jantung. Memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg tergantung usia. 
  5. Memiliki tekanan darah tinggi akan merusak arteri dan mempercepat penumpukan plak. 
  6. Faktor lain. Olahraga berlebihan, stres juga memicu terjadinya tekanan darah menjadi tinggi, dan penggunaan obat-obatan ilegal seperti amfetamin dan kokain.

Serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya orang tua, tetapi juga usia muda yang tidak peduli dengan pola hidup sehat. Selagi kita sehat, penting untuk menjaga pola hidup sehat dan mencegah terjadinya serangan jantung. 

Untuk itu, seimbangkan kebutuhan makanan harian dengan aktivitas. Kemudian, lakukan olahraga secara rutin, tidak mengonsumsi alkohol serta jauhi rokok.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420

Jumat, 01 Februari 2019

Gejala Penyakit Jantung Koroner


Penyakit jantung koroner (PJK) adalah jenis penyakit jantung yang paling sering terjadi. Sayangnya, masih sedikit orang yang tahu tentang gejala jantung koroner yang mungkin mereka miliki. Itu sebabnya banyak orang yang terkesan meninggal dunia tiba-tiba karena serangan jantung.

Penting untuk mengetahui apa saja gejala jantung koroner. Semakin cepat penyakit dideteksi dan mendapatkan obat jantung koroner, semakin besar pula kemungkinannya untuk sembuh.

Penyakit ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri, sehingga aliran darah tak lancar dan mengakibatkan otot-otot jantung tidak menerima oksigen dan nutrisi lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan otot-otot jantung tak berfungsi dengan baik dalam melakukan tugasnya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga, ketika otot jantung berhenti memompa maka akan timbul komplikasi, yaitu serangan jantung atau bahkan gagal jantung.

Tanda-tanda dan gejala penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di jantung akibat penumpukan plak. Berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda mengalami gejala jantung koroner.

1. Nyeri dada (angina)

Angina adalah nyeri dada yang terjadi ketika area otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Angina akan terasa seperti rasa menekan pada dada, yang biasanya akan dirasakan ketika Anda terlalu banyak beraktivitas.

Selain pada dada, rasa nyerinya juga bisa menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Menurut American Heart Association, wanita cenderung melaporkan serangan jantung yang menyebabkan rasa sakit secara khusus di perut bagian bawah dan bagian bawah dada.

Namun perlu diingat juga, tidak semua nyeri dada adalah gejala jantung koroner. Nyeri dada akibat angina juga dapat disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Keringat dingin dan mual

Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu keluarnya keringat berlebih dan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian muncul sebagai suatu sensasi yang sering dideskripsikan sebagai keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

3. Sesak napas

Jantung yang tidak berfungsi normal akan berimbas pada kelancaran pernapasan penderitanya, sehingga membuat Anda rentan mengalami sesak napas. Sesak napas gejala penyakit jantung biasanya mungkin terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

Jika Anda mengalami beberapa tanda di atas, jangan diabaikan! Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab munculnya tanda-tanda tersebut.

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0856.4344.7420

Minggu, 29 Mei 2016

7 Tanda Wanita Terkena Serangan Jantung


Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa wanita jarang terserang serangan jantung. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa terbebas dari penyakit mematikan ini.

Beberapa ahli pun tetap menyarankan agar menjaga pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, menjaga tekanan darah dan menjaga kolesterol. Selain itu, Anda juga harus mengetahui tanda atau tanda-tanda serangan jantung.

Berikut tanda-tanda serangan jantung pada wanita yang harus diketahui berdasarkanTimes of India.

1. Kelelahan
Sebulan sebelum mengalami serangan jantung, 70% wanita dikabarkan mengalami kelelahan yang ekstrim.

2. Insomnia
Sebelum mengalami serangan jantung, tepatnya tiga bulan sebelum serangan, wanita akan mengalami sulit tidur atau insomnia.

3. Stres
Saat serangan jantung terjadi, emosional menjadi sulit dikendalikan. Hal ini pun semakin membahayakan pada mereka yang memiliki riwayat hipertensi.

4. Gangguan pencernaan
Beberapa wanita mengaku, sakit perut, kram usus, mual, dan gangguan pencernaan kerap dialami pasien serangan jantung.

5. Sesak napas
Waspadalah jika Anda merasakan sesak napas yang tak wajar. Pasalnya, sesak napas menjadi salah satu gejala serangan jantung.

6. Gejala flu
Gejala flu, seperti lemas dan pusing kerap dianggap biasa. Namun gejala tersebut juga akan menyebabkan serangan jantung.

7. Sakit di bagian tubuh tertentu
Rasa sakit dan sesak di sepanjang rahang serta bawah leher kerap dirasakan sejumlah wanita. Parahnya, rasa sakit tersebut juga dirasakan hingga telinga, bagian punggung dan otot seperti ditarik.

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Kak Diyah 
Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 
Mohon maaf tidak menerima telp
Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3