Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Katarak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Katarak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2019

Penyebab Penyakit Katarak


Katarak merupakan salah satu penyakit degeneratif pada mata yang paling sering kita temui. Pada usia kurang lebih 60 tahun, biasanya katarak mulai terbentuk secara alamiah akibat proses penuaan. Namun, tahukah Anda bahwa katarak juga dapat disebabkan oleh hal lain? Katarak karena penyebab tertentu bahkan juga bisa menyerang anak-anak. Lebih jelasnya, mari simak lima penyakit penyebab katarak pada mata berikut ini.

Katarak adalah segala bentuk kekeruhan pada lensa mata yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal. Proses penuaan merupakan penyebab katarak yang paling umum, di mana 50 persen pengidapnya berasal dari kelompok usia 65 hingga 74 tahun. Sedangkan kelompok usia lebih dari 75 tahun peluangnya mengalami katarak meningkat hingga 70 persen. 

Kekeruhan yang terjadi pada lensa mata disebabkan oleh adanya tumpukan protein pada lensa yang menyebabkan sinar atau cahaya yang masuk melewati lensa menjadi buyar. Karena itu, semakin sedikit cahaya yang berhasil mencapai retina. Tumpukan protein juga membuat lensa jadi berwarna kuning kecokelatan.

Oleh karena itulah penglihatan orang-orang yang memiliki katarak menjadi buram dan cenderung berwarna kekuningan atau kecokelatan.
Penyebab katarak selain penuaan

Seperti yang telah dibahas, penyebab katarak paling utama adalah proses penuaan. Namun selain itu, beberapa penyebab lain juga dapat menyebabkan atau memicu timbulnya katarak pada mata. Di antaranya adalah penyakit diabetes, kelainan genetik, galaktosemia, infeksi parasit, dan trauma. Lebih jelasnya, simak pembahasan penyebab katarak berikut ini. 

1. Diabetes

Pengidap diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 harus sangat berhati-hati untuk mengontrol gula darah Anda. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh, salah satunya adalah lensa mata Anda. Ya, pengidap diabetes memiliki risiko penyakit katarak lebih cepat jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Hubungan antara diabetes dengan katarak terletak pada gula dalam darah Anda. Gula yang ada pada darah sebagian akan masuk ke lensa mata sebagai nutrisi. Ketika kadar gula darah Anda tidak terkontrol, maka kadar gula pada lensa mata pun akan meningkat. Kadar gula pada lensa yang tinggi menyebabkan air masuk ke dalam lensa sehingga lensa jadi bengkak.

Setelah itu, pada lensa mata ada enzim yang mengubah gula menjadi zat sorbitol. Sorbitol yang menumpuk dapat menyebabkan perubahan protein pada lensa sehingga lensa menjadi keruh. Perlahan-lahan katarak pun akan menyerang penglihatan Anda.

2. Trauma

Katarak juga dapat terjadi akibat trauma fisik. Trauma sendiri bisa terjadi kalau Anda mengalami cedera akibat benturan, tusukan, atau tekanan yang berlebihan di area kepala dan mata. Nah, benturan, tusukan, atau tekanan pada area mata bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan lensa di dalam mata. Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami katarak.

3. Katarak kongenital

Katarak pada masa kanak-kanak atau childhood cataract merupakan katarak yang terbentuk pada saat lahir. Bisa juga penyakit ini baru terasa pada masa kanak-kanak atau remaja. Nah, katarak yang muncul sejak lahir disebut sebagai katarak kongenital.

Katarak kongenital biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau karena infeksi kuman yang diderita oleh ibu pada masa kehamilannya. Ada banyak jenis infeksi yang telah tercatat berpengaruh terhadap perkembangan lensa mata selama bayi tumbuh di dalam kandungan. Beberapa di antaranya yaitu virus rubella, parasit toksoplasma, cytomegalovirus, virus varicella-zoster penyebab cacar air, dan virus herpes simplex.

4. Galaktosemia

Galaktosemia adalah penyakit keturunan yang membuat tubuh bayi tidak mampu mengubah galaktosa, yaitu senyawa khusus dari karbohidrat, menjadi glukosa. Akibatnya, galaktosa menumpuk dalam darah.

Galaktosa akan diubah menjadi galaktitol, di mana keduanya akan menumpuk di dalam lensa mata. Penumpukan keduanya akan menarik air masuk ke dalam lensa mata Anda. Jika tidak segera ditangani, lensa mata akan menjadi buram.

Di antara bayi dengan galaktosemia, sekitar 75 persennya akan mengalami pembentukan katarak di kedua mata bahkan pada beberapa minggu pertamanya sejak lahir.

5. Toxocariasis

Toxocariasis adalah infeksi cacing gelang jenis Toxocara yang ditularkan dari binatang ke manusia. Cacing gelang ini biasanya berasal dari kucing atau anjing. Meskipun jarang terjadi, toxocariasis juga bisa terjadi karena Anda mengonsumsi daging hewan yang belum matang, terutama daging domba atau kelinci. 

Cacing berbahaya ini bisa pindah dan bertelur pada tubuh manusia. Setelah itu, cacing ini akan menyebar ke berbagai organ tubuh manusia, termasuk mata. Pada mata manusia, infeksi cacing ini dapat menyebabkan timbulnya kekeruhan pada lensa.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ??
Konsultasi & Informasi Pemesanan 
??SMS/WA 0856.4344.7420



Senin, 05 Maret 2018

5 Fakta Katarak Yang Harus Anda Ketahui



Saat orang berbicara soal katarak, kebanyakan akan berpikir tentang masalah penglihatan pada orang yang berusia lanjut.

Hal ini tidak mengejutkan karena menurut laman Step to Health, , kebanyakan orang yang mencapai usia 80 tahun menderita katarak.

Namun ternyata, gejala katarak bisa dimulai pada usia 40 tahun. Pada usia 60, saat itulah penglihatan yang paling terpengaruh.

Dilansir dari laman Step to Health, berikut ini lima hal tentang katarak yang harus Anda ketahui.

1. Katarak tidak dimulai dari mata

Katarak tidak terbentuk di permukaan mata. Kebanyakan orang mengasosiasikan masalah ini dengan lapisan tipis di atas lensa mata.

Faktanya, katarak terbentuk di dalam mata dan penglihatan terdistorsi terjadi ketika protein yang berguna menormalkan lensa menjadi rusak.

Proses katarak tidak menimbulkan rasa sakit dan seseorang yang terserang biasanya tidak menyadarinya sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

2. Katarak tidak dipengaruhi faktor usia

Usia tidak mencerminkan faktor penyebab katarak. Meskipun faktanya kebanyakan orang yang terserang katarak adalah orangtua, sebenarnya siapa saja juga bisa terserang katarak.

Orang yang paling berisiko terserang katarak adalah orang yang pernah menjalani operasi mata, mengidap glaukoma dan orang yang matanya sering terpapar cahaya matahari tanpa menggunakan kacamata atau lensa pelindung.

Selain itu, ada juga kasus katarak kongenital, yaitu kekeruhan pada lensa mata bayi yang baru lahir. Hal ini bisa dipengaruhi kurangnya nutrisi saat kehamilan.

3. Gejala katarak

Meskipun perkembangan katarak terbilang lamban, Anda tetap bisa mendeteksi gejala katarak seperti penglihatan buram, sulit melihat di malam hari, sulit membedakan warna dan sering mengalami perubahan resep kacamata.

4. Katarak dapat terjadi hanya pada satu mata

Katarak bisa menyerang hanya pada salah satu mata. Hal ini bisa terjadi saat Anda mengalami trauma pada salah satu mata.

Karena itu, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami insiden pada salah satu mata.

5. Pencegahan terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter mata

Untuk mencegah dan mendeteksi katarak lebih dini, periksakan mata ke dokter satu tahun sekali.

Konsultasikan apabila Anda merasakan masalah pada penglihatan agar dapat mempermudah pemeriksaan.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊
Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Kamis, 02 Maret 2017

Kenali Penyakit Katarak



Katarak adalah bagian keruh pada lensa mata yang biasanya bening dan akan mengaburkan penglihatan. Katarak tidak menyebabkan rasa sakit dan termasuk penyakit yang sangat umum terjadi.

Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil (titik hitam di tengah bagian mata yang gelap) yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada lapisan retina. Dengan adanya katarak, kejernihan lensa mata berkurang dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang. Seiring bertambahnya usia, umumnya lensa mata perlahan-lahan akan keruh dan berkabut. Jadi katarak adalah penyakit yang biasa terjadi seraya kita bertambah tua. Banyak pengidap yang pada akhirnya membutuhkan operasi untuk mengganti lensa yang rusak ini dengan lensa buatan.

Penderita Katarak di Indonesia

Katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Katarak juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak (katarak anak-anak), meski kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang-orang lanjut usia dan dikenal sebagai katarak manula.

Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun. Dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.

Gejala-gejala Katarak yang Mungkin Dialami

Katarak umumnya menyerang kedua mata penderita dengan tingkat keparahan yang mungkin berbeda-beda dan tidak bersamaan. Penyakit ini dapat berkembang selama bertahun-tahun dan tanpa terasa oleh penderitanya.

Katarak tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami penglihatan yang samar-samar dan berkabut. Kemudian akan muncul bintik atau bercak saat penglihatannya kurang jelas. Kondisi ini juga dapat memengaruhi pandangan Anda dengan cara-cara seperti:
  • Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.
  • Sulit melihat saat cahaya remang-remang (terutama pada malam hari) atau sangat terang.
  • Semua menjadi terlihat ganda.
  • Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.
  • Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.
  • Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya.
  • Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.

Konsultasikanlah dengan optisien (ahli lensa kacamata) jika terdapat perubahan mendadak pada penglihatan Anda.


Penyebab dan Faktor Risiko Katarak pada Manula

Penyebab katarak belum diketahui secara pasti. Seiring bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah, termasuk kandungan airnya. Inilah yang memungkinkan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh.

Hingga saat ini, alasan di balik proses penuaan yang dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata belum diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena katarak. Di antaranya adalah:
  • Mata yang terpajan sinar matahari untuk waktu yang lama.
  • Penyakit-penyakit tertentu, misalnya diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.
  • Konsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi untuk waktu lama.
  • Pernah menjalani operasi mata.
  • Pernah mengalami cedera pada mata.
  • Memiliki riwayat katarak dalam keluarga.
  • Pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin.
  • Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin.
  • Merokok.
Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ðŸ˜Š

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0878-3876-1604
(Tidak Menerima Telp)

Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3