Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Parkinson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Parkinson. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2019

Penyebab Penyakit Parkinson


Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Parkinson? Nama penyakit ini berasal dari seorang dokter, James Parkinson. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan sel saraf pada suatu area di otak yang dikenal dengan substantia nigra. Ketika berfungsi normal, saraf-saraf ini akan memproduksi zat kimia penting yang dikenal sebagai dopamine. Fungsi dari dopamine itu sendiri adalah sebagai zat pembawa pesan yang membiarkan komunikasi antara substantia nigra dan corpus striatum; daerah lainnya pada otak. Komunikasi tersebut berpengaruh pada pergerakan saraf. Produksi dopamine yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh kehilangan kendali atas kemampuan menggerakkan badan. 

Penyebab munculnya penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berperan dalam terjadi kerusakan saraf, seperti:

1. Genetik
Beberapa penyakit mungkin bisa disebabkan oleh faktor keturunan, namun belum dipastikan genetik benar berpengaruh terbentuknya Parkinson. Meskipun begitu, peneliti mengidentifikasi adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan Parkinson. Hanya saja, kasus seperti ini masih jarang ditemukan. Variasi gen ketika tumbuh juga dapat meningkatkan risiko Parkinson.

2. Lingkungan
Sama halnya dengan genetik, faktor ini juga jarang ditemukan, namun bisa terjadi. Paparan racun dari lingkungan dapat meningkatkan risiko Parkinson, menurut beberapa peneliti yang dikutip NHS. Racun yang dapat memicu adalah karbon monoksida dan karbon disulfide. Pertisida dan herbisida, begitu juga dengan polusi industri, ikut berkontribusi dalam terjadinya kondisi Parkinson. Meskipun begitu, belum ada bukti yang meyakinkan tentang seberapa besar lingkungan dapat menyebabkan keadaan Parkinson.

Polusi dapat memicu oksidasi; yaitu saat radikal bebas menggantikan elektron yang hilang. Oksidasi juga diduga dapat merusak jaringan termasuk neuron. Radikal bebas normalnya dapat terbentuk di otak dan tubuh, namun mekanisme otak dan tubuh dapat menghilangkannya. Pada penderita Parkinson, mekanisme tersebut tidak seefektif biasanya, bahkan mungkin mereka terlalu banyak memproduksi radikal bebas.

3. Usia
Orang dewasa muda jarang mengalami penyakit ini. Umumnya, penyakit ini menyerang usia lanjut atau pertengahan. Usia sekitar 60 tahun rentan terhadap penyakit ini. Faktor umur memang meningkatkan risiko terkena Parkinson.

4. Jenis kelamin
Laki-laki lebih rentan terkena Parkinson dibandingkan perempuan, namun belum ada penjelasan pasti tentang ini.

Selain itu, peneliti juga memperhatikan adanya beberapa perubahan pada otak penderita Parkinson, tetapi belum bisa dijelaskan mengapa bisa terjadi perubahan tersebut.

5. Adanya kehadiran Lewy body
Lewy body adalah jumlah yang tidak normal dari protein yang terbentuk di dalam sel saraf. Berdasarkan para peneliti yang dikutip oleh Mayo Clinic, mereka percaya bahwa Lewy body memegang peran penting sebagai penyebab Parkinson.

6. Alpha-synuclein ditemukan di dalam Lewy body
Alpha-synuclein merupakan protein yang terdapat di otak. Meskipun banyak zat yang ditemukan di dalam Lewy body, tetapi yang paling penting adalah alpha-synuclein. Hal ini merupakan fokus penting Parkinson. Ditemukan juga bahwa bentuk gumplan Lewy body tidak dapat dihancurkan.

Apa saja gejala dari Parkinson?

Gejala yang ditunjukkan setiap orang berbeda-beda. Tanda pada awal-awal mungkin tidak akan terlihat. Gejala biasanya dimulai ketika salah satu bagian tubuh mulai memburuk. Berikut ini gejalanya:
  • Tremor. Gemetar diawali pada bagian kaki atau tangan, bahkan jari. Salah satu karakteristik dari Parkinson adalah adanya gerakan tak terkendali pada tangan ketika dalam keadaan rileks.
  • Pergerakan yang melambat. Seiring berjalannya waktu, kemampuan Anda bergerak akan menurun. Anda pun akan lamban dalam bergerak. Langkah Anda ketika berjalan akan menjadi lebih pendek. Bahkan Anda akan kesulitan berdiri dari kursi. Lambat laun, penderita akan menyeret kakinya ketika mencoba melangkah.
  • Otot menjadi kaku. Kekakuan ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun. Otot-otot yang mulai kaku ini akan membatasi pergerakan Anda dan juga dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Gangguan postur dan keseimbangan. Tubuh Anda akan mengalami perubahan postur, menjadi bungkuk, dan hilangnya keseimbangan.
  • Gangguan gerakan ‘otomatis’. Anda mungkin akan mengalami penurunan kemampuan untuk menggerakkan tubuh yang seharusnya terjadi otomatis tanpa berpikir dulu, seperti berkedip, tersenyum, atau mengayunkan lengan ketika berjalan.
  • Adanya perubahan cara bicara. Anda mungkin akan merasa berbicara lembut, cepat, dan ragu-ragu sebelum berbicara. Atau nada bicara Anda akan terdengar monoton.
  • Penurunan kemampuan menulis. Anda akan menemukan kesulitan ketika menulis dan tulisan Anda pun akan berubah atau menjadi kecil.

Anda perlu menemui dokter ketika menemukan gejala yang berkaitan dengan Parkinson.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊
Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420

Selasa, 07 Maret 2017

Tanda-Tanda Orang Terkena Parkinson



Apakah tangan Anda suka gemetar tiba-tiba? Atau mengalami kesulitan ketika berjalan padahal tidak keseleo? Hati-hati, bisa jadi itu pertanda Parkinson. Segera deteksi dini.

Parkinson, penyakit degenerasi saraf yang progresif, paling sering ditandai dengan gejala tremor atau gemetar. Meski biasanya pada awal penyakit, gejala belum terlalu jelas.

Dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), dr. Diatri Nari Lastri, Sp.S (K) 

"Diawal-awal penyakit mungkin gejalanya belum terlalu jelas, gejalanya hilang timbul dan tidak khas. Yang paling sering adalah adanya tremor atau gemetaran, biasanya pada satu sisi. Jadi dimulai pada satu sisi bukan kedua tangan. Biasanya kalau kita jalan, tangan akan bergerak. Tapi kalau ia (penderita Parkinson) terkena di sisi kanan, tangan kanannya diam saja. Namun dari 25 persen pasien Parkinson ini, semuanya mungkin gejala yang timbul adalah tremor."

dr. Diatri menambahkan, gejala lainnya terlihat jika menulis. Lama-lama tulisannya akan kecil-kecil hingga tidak terbaca. Dan kalau terjadi pada usia-usia produktif akan mengganggu pekerjaannya. Kemudian, ekspresi wajahnya juga tidak ada dan kaku seperti topeng.

Lanjutnya lagi, gejala Parkinson terlihat pada gangguan suara, yaitu suara akan menjadi kecil. Serta adanya gangguan koordinasi pada tangan.

Untuk gejala klasik yang terdapat pada penderita parkinson, dr. Diatri memaparkan sebagai berikut:

Tremor

"Tremor ini biasanya terjadi pada saat istirahat. Misalnya lagi istirahat dan tidak melakukan apa-apa tiba-tiba tangannya gemetar. Atau ketika sedang berbicara, ibu jarinya bergerak sendiri."

Ridigitas

"Jadi pasien itu kaku. Kalau berjalan, pasien terlihat kaku."

Akinesia

"Kalau kita perhatikan pada pasien Parkinson, matanya jarang berkedip. Terus mukanya seperti topeng."

Postural disability

"Jadi dia (pasien Parkinson) akan tidak stabil kalau berjalan. Kadang-kadang dia jatuh.


Diagnosa

Untuk mendiagnosis Parkinson, hanya secara klinis. Jadi tidak ada pemeriksaan laboratorium atau MRI untuk mendeteksi penyakit Parkinson. Jadi murni penyakit Parkinson didiagnosis secara klinis.

Jadi, untuk mendiagnosis pasien Parkinson ini membutuhkan dokter-dokter yang berkompeten di bidangnya. Misalnya dokter spesialis saraf, karena memang mempelajari penyakit tersebut.

Didiagnosis Parkinson kalau ada dua gejala dari ketiga gejala klasik tadi. Kalau gejala keempat, yaitu postural disability jika sudah parah.

Dijelaskan juga oleh dr, Diatri kalau gejala klasik Parkinson tadi bisa juga terjadi pada penyakit-penyakit lain akibat kerusakan di otaknya. Contohnya pada pasien stroke. Dan pasien-pasien setelah infeksi otak juga bisa mengalami gejala tersebut.

Yang seperti itu disebut Parkinsonisme. Jadi, ada gejala-gejala Parkinson yang disebabkan oleh penyakit-penyakit lain di otak.

Dan ternyata pada pasien Parkinson ketika gejala awal muncul, kerusakan di otak sudah 60 persen. Jadi, kerusakannya sudah cukup berat baru timbul gejala motorik. Dan gejala yang sangat mengganggu itu adalah gejala motorik. Juga kadar dopamin (sebuah neurotransmiter yang membantu mengontrol pusat kepuasan dan kesenangan di otak) di dalam striatum (bagian otak) hanya tinggal 20 persen.

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0878-3876-1604
(Tidak Menerima Telp)

Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3