Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni Stroke. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 September 2019

Jangan Sepelekan Stroke Ringan


Tahukah kamu bahwa stroke adalah penyebab kedua kecacatan di dunia? Jumlah penderita stroke memang meningkat setiap tahunnya, terutama di negara berkembang. Stroke sendiri terjadi saat suplai darah ke otak terputus. Karena otak kekurangan oksigen, maka sel otak akan mati yang membuat beberapa orang mengalami kelumpuhan atau hilang.

Stroke umumnya menyerang orang dewasa atau yang telah senja. Namun, umur bukanlah patokan seseorang bisa terkena stroke. Banyak juga orang yang masih muda usia 30-40 yang terserang stroke.

Jenis strok pada kaum muda umumnya ministrok atau sering diistilahkan sebagai stroke ringan. Dalam istilah medis, stroke ringan merupakan serangan iskemik transien atau transient ischemic attack (TIA). Berikut gejala stroke ringan yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.

Tanda-tanda Orang Terkena Stroke Ringan

Transient Ischemic Attack adalah berkurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu akibat tersumbatnya pembuluh darah. Gejala stroke ringan kondisi medis yang ditandai dengan kelemahan, mati rasa atau kelumpuhan yang bersifat tiba-tiba pada anggota tubuh, biasanya pada satu sisi dari tubuh dan membaik dalam waktu 24 jam.

Gejala stroke ringan penyebabnya adalah bekuan darah yang menyumbat aliran darah ke bagian dari otak secara singkat, tanpa meninggalkan kerusakan yang bertahan lama.

Gejala stroke ringan transient ischemic attacks mempunyai resiko sangat tinggi untuk terjadi stroke di masa yang akan datang. Oleh karena itu perubahan gaya hidup dan pola makan harus segera dilakukan. Berikut tanda-tanda seseorang terkena stroke ringan. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

1. F atau Face (wajah)

Gejala stroke ringan mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

2. A atau Arms (tangan)

Gejala stroke ringan mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

3. S atau Speech (perkataan)

Gejala stroke ringan mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang kamu katakan?

4. T atau Time (waktu)

Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. kamu harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.


Gejala Stroke Ringan

- Mati rasa atau kelemahan otot, biasanya di satu sisi tubuh
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
- Pusing atau kehilangan keseimbangan
- Penglihatan ganda atau kesulitan melihat dalam satu atau kedua mata
- Gejala stroke ringan biasanya hanya berlangsung beberapa menit tetapi dapat bertahan hingga 24 jam.
- Pingsan
- Kehilangan kesadaran
- Kelumpuhan tiba-tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh

Seseorang yang mengalami serangan stroke harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk mencegah berlanjutnya kerusakan di otak dan kemungkinan untuk pulih menjadi normal.

Bila memungkinkan maka sebaiknya dibawa dalam masa golden period, yaitu tiga jam setelah stroke mulai menyerang. Gejala stroke ringan pada masa ini penderita masih sangat mungkin untuk terhindar dari stroke, bila langsung ditangani dengan benar. Hal ini dapat menolong penderita untuk mengalami stroke yang lebih berat.

Faktor yang Memperbesar Risiko Terjadinya TIA

- Ada riwayat penyakit jantung
- Ada anggota keluarga yang pernah mengalami stroke
- Tekanan darah tidak normal
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Obesitas
- Merokok

Namun ini hanya dugaan saja, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menegakkan suatu diagnosa. Dan segera lakukan perubahan pola hidup ke arah lebih baik dengan asupan nutrisi yang bergizi dan seimbang, olahraga teratur 2-3x seminggu dan rutin kontrol ke dokter.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420

Jumat, 30 Agustus 2019

Firmax3 Sembuhkan Penyakit Komplikasi Diabetes



Penderita diabetes harus benar-benar memperhatikan kesehatannya, karena penyakit ini juga dapat memicu penyakit lain. Selain pola makan, kebugaran tubuh juga perlu dijaga. Nah, berikut adalah lima penyakit yang menghantui penderita diabetes, seperti dilansir Boldsky.

1. Penyakit jantung

Serangan jantung dan stroke menjadi salah satu komplikasi paling fatal dari diabetes. Gula darah tinggi dapat memperbesar timbunan lemak yang menyumbat jantung. Penyempitan pembuluh darah membuat aliran darah yang dipompa ke jantung terganggu. Kondisi itu nantinya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung bagi penderita diabetes.

2. Gagal ginjal

Ginjal bertugas menyaring darah di tubuh. Karena diabetes menghambat proses tersebut, itu kemudian menyebabkan masalah pada ginjal, yang pada akhirnya bisa memicu gagal ginjal.

3. Masalah penglihatan

Penderita diabetes tidak bisa mengabaikan hal ini. Diabetes juga dapat mempengaruhi pembuluh darah di retina dan menyebabkan pertumbuhan yang tidak biasa pada mata, yang nantinya dapat menyebabkan masalah mata yang serius, bahkan kebutaan. Diabetes juga dapat meningkatkan risiko glaukoma dan katarak.

4. Penyakit Alzheimer

Meskipun para ahli belum terlalu jelas tentang hubungan antara penyakit ini dan diabetes, mereka mengatakan bahwa penderita diabetes tipe 2 punya risiko yang lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.

5. Merusak saraf

Karena pembuluh darah menjadi sempit, saraf tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen. Akibatnya, penderita diabetes kerap mengalami rasa sakit, efek kesemutan pada jari, mual dll.

Inilah lima masalah yang sering dihadapi oleh penderita diabetes. Bila orang tua Anda telah didiagnosis dengan diabetes, Anda harus mulai waspada karena risiko Anda untuk terkena penyakit ini sangat besar.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420

Kamis, 28 Februari 2019

Ciri Anda Berisiko Stroke di Kemudian Hari



Dapatkah kiata mengetahui bila kita berisiko stroke? Walau tidak ada cara pasti untuk mengetahui bahwa Anda akan mengalami stroke atau tidak di sepanjang hidup Anda, ada beberapa tanda bahwa Anda berisiko tinggi terkena stroke. Kabar baiknya adalah Anda bisa melakukan sesuatu terkait tanda-tanda ini sehingga Anda secara signifikan bisa menurunkan risiko stroke Anda.

Tekanan darah yang tidak terkontrol

Bila Anda secara konsisten memiliki tekanan darah tinggi atau bila Anda mencoba menghindar untuk mencari tahu tekanan darah Anda, hal itu merupakan berita buruk.

Kabar baiknya adalah tekanan darah bisa ditangani dengan obat-obatan, diet dan penyesuaian gaya hidup seperti mengurangi stres dan tidak merokok. Pastikan Anda mengunjungi dokter untuk mencari tahu tekanan darah Anda, dan di bawah pengawasan dokter, mulailah lakukan perubahan jika diperlukan.

Gula darah tinggi

Gula darah tak menentu, secara kronis bisa meningkatkan gula darah atau diabetes tidak terkontrol bisa merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko Anda terhadap stroke. Pastikan memeriksakan diri secara teratur ke dokter sehingga Anda mendapatkan skrining diabetes dan pengobatan yang tepat melalui diet atau obat-obatan, sesuai kebutuhan.

Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Ini merupakan salah satu tanda paling signifikan bahwa Anda berisiko stroke. Kabar baiknya adalah, meskipun bahaya rokok berdampak pada risiko stroke, efek ini hebatnya dapat menurun setelah Anda berhenti merokok.

Gaya hidup pasif

Olahraga mudah diabaikan. Meski sebenarnya mudah dilakukan, banyak orang malas memulai.

Namun, tidak peduli situasi kesehatan Anda, apakah Anda sehat atau sudah mengalami stroke serius, selalu ada olahraga yang aman dan mudah dilakukan untuk menjaga Anda tetap sehat selama menurunkan risiko stroke Anda.

Kadar kolesterol tinggi

Tingkat optimal diperkirakan di bawah 150 mg/dL untuk trigliserida, di bawah 100 mg/dL untuk LDL, di atas 50 mg/dL untuk HDL dan di bawah 200 mg/dL untuk kolesterol total. Rekomendasi baru menyatakan bahwa diet kolesterol bukanlah penyebab kolesterol darah tinggi, tetapi sebaliknya bahwa lemak makanan dan faktor genetik yang menyebabkan kolesterol tinggi. Ini adalah perbedaan tipis yang benar-benar berarti banyak terkait diet.

Stres

Stres adalah kontributor utama terhadap hipertensi, penyakit jantung, serebrovaskular dan diabetes, di mana semuanya menyebabkan stroke. Mengendalikan stres dan gaya hidup yang santai serta tenang bisa secara signifikan menurunkan risiko stroke.

Stres yang tersembunyi

Beberapa orang stres karena memiliki beban dalam menyembunyikan sesuatu, hidup dengan amarah, terus mencoba untuk mengesankan seseorang yang sulit merasa puas atau tanpa henti mengejar pengakuan. Mengatasi stres yang tidak terlihat sama pentingnya dengan mengatasi stres yang nyata.

Melewatkan dosis obat-obatan

Kebanyakan faktor risiko stroke bisa ditangani. Namun, membutuhkan penggunaan obat yang teratur, mengisi ulang resep dan melakukan pemeriksaan rutin jika perlu penyesuaian dosis. Jagalah kesehatan Anda, bahkan jika terasa sedikit sulit.

Penyakit jantung

Jika Anda sesak napas ketika Anda berjalan atau jika Anda mengalami nyeri dada, maka Anda berisiko besar terhadap stroke atau serangan jantung. Jangan menunda mendapatkan perhatian medis jika Anda pernah mengalami nyeri dada.

Mengabaikan mini-stroke

Kebanyakan orang tidak akan mengenali mini-stroke. Jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda atau gejala mini-stroke, Anda perlu mendapatkan perhatian medis segera, karena ini adalah tanda peringatan paling penting bahwa Anda berada pada risiko stroke.

10 tanda-tanda di atas merupakan ciri-ciri Anda berisiko stroke dikemudian hari adalah  hal yang serius dan tidak boleh dianggap enteng. Pastikan Anda mendapatkan tindakan pencegahan stroke yang tepat untuk diri sendiri atau untuk seseorang yang Anda sayangi.



Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
📱SMS/WA 0856.4344.7420





Senin, 23 April 2018

Penyakit Komplikasi Penderita Diabetes



Penderita diabetes harus benar-benar memperhatikan kesehatannya, karena penyakit ini juga dapat memicu penyakit lain. Selain pola makan, kebugaran tubuh juga perlu dijaga. Nah, berikut adalah lima penyakit yang menghantui penderita diabetes, seperti dilansir Boldsky.

1. Penyakit jantung

Serangan jantung dan stroke menjadi salah satu komplikasi paling fatal dari diabetes. Gula darah tinggi dapat memperbesar timbunan lemak yang menyumbat jantung. Penyempitan pembuluh darah membuat aliran darah yang dipompa ke jantung terganggu. Kondisi itu nantinya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung bagi penderita diabetes.

2. Gagal ginjal

Ginjal bertugas menyaring darah di tubuh. Karena diabetes menghambat proses tersebut, itu kemudian menyebabkan masalah pada ginjal, yang pada akhirnya bisa memicu gagal ginjal.

3. Masalah penglihatan

Penderita diabetes tidak bisa mengabaikan hal ini. Diabetes juga dapat mempengaruhi pembuluh darah di retina dan menyebabkan pertumbuhan yang tidak biasa pada mata, yang nantinya dapat menyebabkan masalah mata yang serius, bahkan kebutaan. Diabetes juga dapat meningkatkan risiko glaukoma dan katarak.

4. Penyakit Alzheimer

Meskipun para ahli belum terlalu jelas tentang hubungan antara penyakit ini dan diabetes, mereka mengatakan bahwa penderita diabetes tipe 2 punya risiko yang lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.

5. Merusak saraf

Karena pembuluh darah menjadi sempit, saraf tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen. Akibatnya, penderita diabetes kerap mengalami rasa sakit, efek kesemutan pada jari, mual dll.

Inilah lima masalah yang sering dihadapi oleh penderita diabetes. Bila orang tua Anda telah didiagnosis dengan diabetes, Anda harus mulai waspada karena risiko Anda untuk terkena penyakit ini sangat besar.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 ??
Konsultasi & Informasi Pemesanan
Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604

Selasa, 19 Desember 2017

Waspada Awalya Stok Ringan Bisa Jadi Stroke


Stroke ringan memiliki durasi serangan yang singkat dan dapat menghilang dalam beberapa menit. Namun meski gejalanya telah pergi, penyakit ini tetap menyimpan bahaya mematikan jika diabaikan, termasuk kematian.

Stroke ringan sendiri dalam bahasa medis dinamakan serangan iskemik transien atau transient ischaemic attack (TIA). Penyebab penyakit ini sama dengan stroke, yaitu terhalangnya aliran darah ke otak. Sehingga wajar jika gejala yang muncul mirip dan organ tubuh yang terlibat pun sama.

Gejala TIA atau stroke ringan sendiri biasanya mudah dilihat melalui wajah, lengan, dan kemampuan bicara. Stroke ringan dapat menyebabkan  kelemahan otot wajah sehingga wajah turun ke salah satu sisi, tidak bisa senyum, mata, atau mulut turun ke bawah.

Penderita stroke ringan kemungkinan takkan mampu mengangkat kedua lengan. Hal ini terjadi karena lengan mereka lemas atau mati rasa pada salah satu sisi.

Pada orang yang mengalami stroke ringan, kemampuan bicara mereka juga bisa terganggu. Mereka akan cadel, tidak beraturan, atau bahkan tidak mampu bicara sama sekali. Jika salah satu gejala yang telah disebutkan, maka segeralah menghubungi dokter.

Perbedaan mendasar antara stroke ringan dengan stroke adalah ukuran atau tingkat keparahan sumbatan yang menghalangi aliran darah ke otak. Pada stroke ringan, sumbatan tergolong kecil sehingga bisa diperbaiki kembali oleh sistem pertahanan dalam tubuh. Akibatnya, gejala stroke ringan tidak bersifat permanen dan segera hilang. Jika sumbatan tersebut lebih besar atau parah, maka bisa terjadi stroke sepenuhnya.

Bahaya yang Mungkin Muncul

Mini stroke, nama lain dari stroke ringan, meski gejalanya hanya berlangsung singkat, namun bisa menunjukkan bahwa tubuh seseorang yang diserangnya sedang terancam bahaya. Orang yang terkena stroke ringan pada sembilan tahun pertama diprediksi memiliki risiko harapan hidup lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah mengalaminya.

Hal tersebut berdasarkan data bahwa sekitar 4 dari 10 orang yang terkena stroke ringan kemudian menderita stroke yang sebenarnya. Yang mengkhawatirkan adalah setengah dari kasus stroke sebenarnya itu terjadi dalam kurun waktu 48 jam setelah stroke ringan.

Meski stroke ringan menyerang hanya dalam waktu yang relatif singkat, kondisi ini bisa secara mudah berujung pada stroke sebenarnya sehingga berdampak permanen. Kondisi yang lebih parah bisa terjadi jika gejala stroke ringan tersebut tidak terdeteksi sehingga terjadi pembiaran. Maka kerusakan otak yang disebabkannya dapat memicu komplikasi berupa penglihatan yang kabur, gangguan kognitif dan demensia.

Persentase risiko di atas kemungkinan bertambah jika mengingat masih minimnya kewaspadaan masyarakat awam terhadap gejala serangan stroke mini. Lihat saja bagaimana tingkat kesadaran mengenai stroke ringan ini dalam sebuah penelitian. Ternyata terdapat lebih dari 68 dari 100 orang yang tidak mengenali seperti apa gejala stroke ringan. Ditambah lagi, menurut survei, hampir 75 persen dari mereka yang sadar akan gejala stroke ringan tidak akan langsung ke rumah sakit untuk diperiksa.

Yang lebih parah, lebih dari 65 persen orang belum pernah mendengar mengenai penyakit TIA atau stroke ringan sama sekali. Padahal banyak orang yang berisiko mendapatkan stroke ringan tanpa mereka sadari.

Orang-orang dengan kondisi tertentu juga wajib mewaspadai kemungkinan terkena stroke ringan. Mereka yang merokok, mempunyai tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan berat badan berlebih memiliki risiko lebih besar terkena stroke ringan. Selain itu, mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau mengonsumsi alkohol berlebih secara rutin juga lebih berisiko terkena strokeringan. Penderita fibrilasi atrium atau jenis denyut jantung tidak teratur serta diabetes juga lebih rentan terkena stroke ringan.

Mengingat dampaknya yang bisa mematikan, seseorang harus segera mendapatkan pemeriksaan medis jika terkena stroke ringan. Mintalah pengecekan menyeluruh terkait sistem peredaran darah untuk memastikan saluran darah mana yang menyempit. Dokter biasanya akan melakukan CT atau MRI scan untuk memeriksa sistem peredaran darah. Sebagai tambahan, EKG dan tes darah juga umumnya dilakukan.

Segera jalani gaya hidup sehat agar risiko terkena penyakit yang lebih berat kian minim. Berhenti merokok, batasi konsumsi makanan berkolesterol, tidak mengonsumsi alkohol, dan rutin berolahraga adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjauhkan diri dari stroke. Pastikan juga cukup mengonsumsi buah dan sayur, menjaga berat badan sehat, serta mengelola diabetes dengan baik untuk menghindari penyakit ini.

   
Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604


Sabtu, 23 September 2017

5 Gejala Awal Stroke


Berdasarkan data American Heart Association, setiap tahun terdapat lebih dari 100 ribu wanita di bawah usia 65 tahun terserang stroke. Umumnya, salah satu penyebab stroke pada wanita disebabkan karena kehamilan dan obat kontrasepsi oral.

Bahkan, 90% kasus terjadi ketika adanya pembekuan sehingga mencegah cukup darah dan oksigen mengalir ke otak. Untuk itu, para ahli kesehatan pun mengimbau untuk mengetahui gejala sedini mungkin. Berikut gejala awal stroke yang dilansir dari Prevention.

1. Bagian lengan dan kaki yang tiba-tiba mati rasa atau lemas, merupakan salah satu tanda dari stroke. Namun tidak hanya lengan dan kaki, mati rasa juga bisa terjadi pada satu sisi wajah.

2. Gejala awal stroke juga bisa dilihat dari kesulitan berbicara. Kesulitan berbicara ini sangat berbeda ketika Anda sedang merasakan gugup.

3. Stroke hemoragik, kerap menimbulkan pendarahan di otak dan membuat Anda merasakan sakit kepala. Jika dibandingkan stroke iskemik, stroke ini lebih sedikit menyerang manusia. Namun, stroke hemoragik memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.

4. Waspadalah ketika Anda mengalami kehilangan penglihatan di satu sisi. Seperti tidak bisa melihat ke kiri. Pasalnya, stroke menyerang otak menyebabkan mata menjadi rusak.

5. Jika gejala neurologis tiba-tiba menyerang satu sisi tubuh, segeralah periksa ke dokter. Pasalnya, jika diabaikan maka stroke akan berkembang jauh lebih cepat.

Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
SMS/WA 0878-3876-1604


Minggu, 05 Maret 2017

Faktor Resiko Stroke Yang Tak Bisa Ubah



Penyakit stroke memang tak bisa disepelekan. Penyakit ini biasanya terjadi tiba-tiba akibat sumbatan pembuluh darah atau pendarahan di otak. Tingginya kadar kolesterol jahat menjadi salah satu pemicunya.

Seperti disampaikan dokter spesialis saraf yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Pusat otak Nasional (RS PON), dr Mursyid Bustami, Sp. S(K)., KIC., MARS penyakit stroke kerap disebut Brain Attack karena suplai oksigen dan nutrien ke otak terganggu. Sejumlah faktor dapat menjadi pemicunya, seperti:

- Merokok
- Darah tinggi
- Diabetes
- Dislipedemia (koleseterol tinggi)
- Sindroma metabolik 
- Gangguan irama jantung
- Kegemukan (obesitas) 



Beberapa faktor lain, ternyata tidak dapat dicegah, seperti:

- Usia

Menurut Mursyid, usia 40 tahun ke atas paling banyak mengalami stroke.

- Ras/etnik

Terutama kulit hitam, risiko stroke lebih tinggi ketimbang kulit putih.

- Laki-laki

Risiko laki-laki terkena stroke memang lebih besar ketimbang perempuan. Mursyid mengatakan, perempuan dilindungi oleh hormon estrogen yang membuatnya kebal akan penyakit kardiovaskular.

- Riwayat stroke dalam keluarga

Faktor genetik atau riwayat keluarga menderita stroke bisa menjadi langkah awal Anda untuk memeriksakan diri. Mursyid menyarankan, bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga sebaiknya mengontrol kesehatan 3-6 bulan sekali.


Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 

Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0878-3876-1604
(Tidak Menerima Telp)

Kamis, 16 Februari 2017

Stroke Bisa Sembuh !!



Gejala stroke bisa meninggalkan kecacatan permanan dan meninggal dunia. Namun dengan bertindak cepat dalam waktu tiga jam setelah terkena gejalanya, Anda masih bisa menyelamatkan nyawanya, termasuk mencegah kerusakan otak.

Efek stroke bisa menghancurkan, termasuk kerusakan otak yang bermanifestasi kepada kelemahan dan kelumpuhan, gangguan sensorik, nyeri, masalah bicara dan memori serta gangguan emosional.

Anda dan orang yang Anda cintai tidak perlu menderita cacat permanen jika Anda bertindak cepat.

Wajah: meminta orang untuk menunjukkan gigi mereka atau tersenyum dan melihat apakah salah satu sisi wajah terkulai atau tidak bergerak seperti lainnya.

Lengan: Mintalah orang untuk mengangkat kedua lengannya ke atas dan pegang dan lihatlah apakah salah satu lengan tidak bergerak.

Berbicara: Minta orang untuk mengulangi kalimat pendek (misalnya hari yang cerah di Jakarta) dan lihatlah apakah orang itu menggunakan kata-kata dengan benar tanpa kurang jelas.

Waktu: Buat catatan yang menjelaskan waktu timbulnya gejala dan minta bantuan segera jika Anda melihat gejala ini.

Bantuan medis sangat penting pada beberapa jam pertama usai terkena stroke. Ingatlah bahwa waktu yang hilang menyebabkan fungsi otak juga hilang. Semakin cepat Anda menolong orang yang terkena stroke ke rumah sakit, maka semakin baik kesempatan mereka bertahan hidup dan pulih.

Ini sangat penting untuk dicatat gejala pertama kali muncul, karena beberapa orang yang stroke akibat penggumpalan darah dapat mengambil manfaat dari pengobatan yang dapat melarutkan bekuan darah, namun pengobatan ini (tissue plasminogen activato) harus diberikan dalam waktu tiga jam dari timbulnya gejala stroke. 


Gejala stroke dan tanda-tanda peringatan 

Pelajari tanda-tanda peringatan stroke. Anda mungkin mengalami stroke jika tiba-tiba mengalami satu atau lebih gejalanya.
  1. Mendadak mati rasa atau lemah pada satu sisi tubuh
  2. Tiba-tiba tidak bisa bicara, kesulitan berbicara, atau memahami bahasa
  3. Tiba-tiba kehilangan penglihatan atau kesulitan melihat pada satu atau kedua mata atau melihat ganda.
  4. Tiba-tiba kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan, atau pusing.
  5. Sakit kepala parah mendadak dengan tanpa alasan.

Anda bisa mengurangi risiko stroke dengan mengobatinya secara benar dan mengendalikan kondisi seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, fibrilasi atrium (detak jantung tidak teratur) dan diabetes. 

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah penyebab utama stroke. Kebanyakan stroke dapat dicegah, dan turunkan tekanan darah, dengan pengobatan yang efektif dan membuat pilihan gaya hidup yang bijaksana seperti: menjaga berat badan yang sehat, berhenti merokok, mengurangi alkohol, makan dengan baik (mengurangi garam dan perbanyak buah dan sayuran) dan berolahraga.

Setiap tanggal 29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Dunia. Menurut organisasi stroke dunia, satu dari enam orang mengalami stroke di kehidupan mereka. Namun dengan bertindak cepat diharapkan mampu menimalisirnya.

Ingatlah:
• Setiap dua detik, seseorang di dunia menderita stroke;
• Setiap enam detik, seseorang meninggal akibat stroke;
• Setiap enam detik, kualitas hidup seseorang selamanya akan berubah - mereka bisa cacat fisik permanen akibat stroke.

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

SMS/WA 0878-3876-1604

Sabtu, 24 Desember 2016

Waspadai 6 Gejala Stroke Berikut Ini



Penyakit stroke adalah suatu kondisi yang mana terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Di dalam jaringan otak, apabila terjadi kurangnya aliran darah maka akan menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang mana ini dapat merusak dan mematikan sel - sel saraf di otak. 

Kematian jaringan otak dapat mengakibatkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan tersebut. Maka dari itu penyakit stroke ini termasuk penyakit nomor 3 yang menyebabkan kematian setelah yang pertama penyakit HIV/AIDS, kedua serangan jantung dan yang ketiga adalah penyakit stroke ini.

Gejala stroke yang paling umum diketahui adalah lumpuh mendadak, wajah tampak turun di salah satu sisi, kesulitan berbicara, kebutaan, mati rasa, pAndangan kabur, tampak gerakan yang tidak nyata dan kesulitan untuk seimbang hingga hilang kesedaran diri.

Untuk lebih lengkapnya tentang gejala stroke adalah sebagai berikut:


1. Wajah perot
Kelumpuhan saraf wajah ini merupakan salah satu gejala stroke yang paling sering dilaporkan. Yang mana kelumpuhan saraf wajah ini diakibatkan adanya gangguan pada saraf kranial nomor 7. Coba Anda minta seseorang yang dicurigai stroke untuk tersenyum, apabila wajahnya asimetri (tidak simetris) mendadak berarti orang tersebut mengalami gejala stroke.


2. Anggota gerak lemah
Kelumpuhan pada anggota gerak secara mendadak juga merupakan gejala dari penyakit stroke. Coba Anda minta seseorang yang dicurigai stroke tersebut untuk mengangkat kedua lengannya bersamaan. Apabila ada ketinggalan gerak secara mendadak berarti seseorang tersebut mengalami gejala stroke.


3. Sensibilitas atau rasa raba yang terganggu separuh
Gangguan rasa dalam bentuk baal atau kesemutan deparuh badan atau salah satu anggota badan yang terjadi secara mendadak harus dicurigai sebagai gejala stroke. Jika terjadi gangguan rasa yang seperti hilangnya atau kurangnya sensasi atau rasa kesemutan atau sensasi kesetrum di separuh anggota badan.


4. Pelo atau bicara tidak jelas
Bicara pelo atau bicara tidak jelas ini merupakan salah satu gejala utama penyakit stroke. Coba Anda minta orang yang dicurigai stroke tersebut untuk melafalkan kata – kata dengan huruf r. Misalnya; lari – lari di rel kereta api. Bila ada pelo mendadak harus dicurigai sebagai stroke.


5. Afasia atau sukar berkomunikasi
Kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan baik secara verbal dan non verbal yang terjadi secara mendadak itu pun termasuk gejala stroke. Apabila seseorang tersebut tiba – tiba saja tidak bisa bicara atau tidak mengerti dengan isi pembicaraan, maka orang tersebut harus dicurigai sebagai gejala penyakit stroke.


6. Disorientasi atau bingung mendadak
Jika seseorang mengalami bingung mendadak bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran maka harus dicurigai sebagai gejala stroke. Apabila seseorang tersebut kehilangan kemampuannya dalam mengenali orang, mengingat waktu dan tempat yang terjadi secara mendadak, maka hal ini harus dicurigai sebagai gejala penyakit stroke.


Apabila terjadi dari salah satu gejala stroke (ringan atau berat) di atas agar segera ke memeriksa ke RS
Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Apabila ada terjadi gejala stroke segeralah mencari bantuan dengan cepat yang tepat. Dengan penanganan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang baik pula.


Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

SMS/WA : 0878 3876 1604


Sabtu, 19 November 2016

Dampak Terburuk Stroke


Beberapa referensi mengatakan bahwa sebagian stroke bersifat fatal, sementara yang lain berakibat cacat tetap atau sementara. Sekitar 10% mengalami stroke aku dan meninggal dalam beberapa waktu setelah sdiserang stroke. Selebihnya meninggal dalam waktu 1 tahun setelah serangan stroke serta selebihnya lagi, sekitar 70% meninggal dalam waktu 10 tahun setelah serangan stroke. 

Semakin lama waktu berlalu setelah serangan stroke, semakin kecil resiko meninggal akibat stroke. Bagi penderita pasca stroke yang bertahan hidup dalam waktu 1 tahun, berarti si penderita aman dari kematian karena stroke. 

Pada penderita pasca stroke pendarahan otak ( pembuluh darah otak pecah ), biasanya lebih baik dari pada pendarahan pada batang otak. Sebagian besar penderita serangan stroke di batang otak atau 'talamus', akan meninggal segera setelah serangan
Resiko meninggal segera setelah serangan stroke akut, paling tinggi bagi mereka yang mengalami kehilangan kesadaran pada hari pertama, sehingga semakin dalam tingkat penurunan kesadaran, semakin besar resiko kematian. Apalagi yang mengalami koma, memperlihatkan pola bernafas yang tidak teratur atau yang mengalami lumpuh berat ( hilangnya sama sekali gerakan di lengan atau di tungkai yang terkena ). 

Dan resiko tersebut juga lebih tinggi pada mereka yang berusia lanjut, dibandingkan kaum muda dan pada mereka yang mengalami 'tidak bisa megendalikan metabolism tubuhnya', seperti membuang air atau menangis terus menerus 

Tetapi bagi yang mengalami stroke ringanpun tampaknya tetap bisa meninggal jika tidak lama kemudian mengalami serangan stroke ke-2, serangan 
jantung atau pernafasannya terhambat. Dan komplikasi medis yang paling sering berpotensi menyebabkan kematian dalam bulan pertama setelah stroke adalah : 
- Pembengkakan otak yang menyebabkan tertekannya pusat2 vital di otak yang mengendalikan pernafasan dan dejut jantung - Infeksi paru-paru - Pembekuan darah di arteri jantung dan paru-paru 

Penyebab yang paling sering setelah 1 tahun, adalah : 
- Infeksi pada saluran kemih, infeksi dada atau infeksi kulit 
- Gagal jantung, serangan jantung dan emboli paru-paru 
- Dimensia ( hilangnya kemampuan intelektual termasuk daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari2 ) 

Sedangkan penderita pasca stroke yang mengalami kelumpuhan pada tungkai bawah, terutama yang berusia lebih dari 70 tahun, beresiko terkena pembekuan vena2 besar pada tungkai dan embolisme paru. Dan jika mereka tidak melakukan tindakan2 pencegahan, penderita akan mengalami komplikasi yang mematikan. 

Setelah serangan stroke, sel-sel otak yang 'mati' dan darah yang menggumpal tetap akan terserap kembali ( reabsorpsi ) secara bertahap. Pada banyak kasus, proses alami ini akan selesai dalam waktu 3 bulan. Pada saat itu, justru para pasca stroke akan mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan cacat atau kematian. 

Beberapa gangguan yang dapat membuat penyandang pasca stroke menjadi depresi, cacat atau kematian : 
- Penderita mengalami kelumpuhan : penurunan kekuatan lengan dan tungkai secara sementara / paresis atau kelumpuhan tetap / paralisis. - Penderita mengalami 'kebingungan', bermasalaah dengan kemampuan berpikir dan mengingat - Penderita mengalami menurunnya kemampuan untuk berbicara bahasa lisan, kesulitan untuk memahami tulisan atau justru sama sekali tidak bis berbicara atau bersuara, walaupun tetap bisa mengerti bahasa lisan - Penderita mengalami kesulitan untuk menelan - Penderita mengalami penglihatan ganda - Penderita mengalami gangguan koordinasi dan orientasi - Penderita mengalami gangguan suasana hati, termasuk depresi - Penderita sering mengalami sakit kepala yang berkepanjangan - Penderita mengalami gejala 'ayan' atau epilepsy - Dan beberapa penyakit dalam

Stroke memang mengerikan. Apapun itu, stroke memang bisa membuat si penderita depresi. Dan kematian akibat stroke bisa mengakibatkan gangguan sosial bagi keluarganya. Sehingga, dengan kita tahu bahwa stroke itu memang mengerikan.



Atasi keluhan Anda dengan Firmax3

Konsultasi & Informasi Pemesanan 

SMS/WA : 0878 3876 1604

Rabu, 09 November 2016

Firmax3 Atasi Penyakit Stroke



Otak membutuhkan banyak darah dan juga oksigen agar syaraf syaraf ada di dalam otak bisa di fungsikan dengan baik dan juga secara maksimal. Karena itu apabila syaraf di bagian otak tidak mendapatkan cukup darah maka akan ada sebuah penyakit. Penyakit yang bisa dialami karena di sebabkan oleh terputusnya aliran darah pada otak yaitu sakit stroke. Sakit stroke bisa dialami karena darah yang di butuhkan syaraf otak karena membawa oksigen dan juga nutrisi tidak di dapatkan sehingga sakit stroke bisa dialami. sakit stroke termasuk dalam penyakit yang serius, karena sakit stroke bisa menyebabkan kerusakan pada syaraf atau syaraf yang tidak bisa di gunakan lagi secara maksimal. Penderita stroke lebih banyak dari kalangan orang tua, tentunya hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup di saat di usia muda tidak sehat sehingga dampaknya baru dialami ketika usia semakin bertambah tua. Sakit stroke dialami karena darah tidak mengalir dengan baik akibat ada yang menghambatnya.

Penyebab Sakit Stroke

Sakit stroke dialami karena di sebabkan oleh adanya pemutusan aliran darah pada otak. Kondisi keadaan penderita stroke bisa menghambat gerak organ tubuh oleh karena itu sebaiknya ada beberapa penyebab stroke yang harus dihindari agar tidak menderita sakit stroke. Penyebab stroke diantaranya seperti di bawah ini :
  • Obesitas, salah satu penyebab stroke yaitu karena di sebabkan oleh berat badan. Berat badan berlebih bisa menyebabkan penderitanya akan mengalami masalah pada aliran darahnya. Banyaknya lemak di dalam tubuh bisa dialami pada penderita obesitas, dan obesitas di sebabkan akibat dari makan makanan yang mengandung tinggi lemak, sehingga lemak yang menumpuk di dalam tubuh juga akan menjadi penghambat jalan bagi darah, maka dari itu obesitas bisa terjadi pada seseorang yang tidak bisa menjaga asupan makanannya dengan baik, dan juga jarang melakukan olahraga sehingga berat badan akan meningkat begitu cepat.
  • Rokok, penyebab stroke bisa terjadi akibat dari rokok, merokok merupakan kegiatan yang sia sia dan membuang buang uang saja. Karena rokok hanya akan menyebabkan penyakit karena merusak organ tubuh secara perlahan lahan apabila di gunakan terus menerus. Rokok bisa menjadi penyebab stroke karena kandungan yang dimiliki rokok bisa membuat otak tidak mendapatkan cukup aliran darah. maka dari itu risiko perokok aktif sangat tinggi untuk menderita sakit stroke.
  • Alkohol, tidak hanya rokok yang bisa menjadi penyebab stroke, tetapi alkohol juga bisa menjadi penyebab stroke. Minum minuman yang mengandung alkohol bisa meningkatkan tekanan darah dan akan membuat aliran darah pada otak terhenti sehingga syaraf otak terganggu sehingga sakit stroke akan dialami dalam seketika saja. Maka dari itu minuman alkohol tidak baik bagi kesehatan tubuh.
  • Kadar kolesterol tinggi, penyebab stroke bisa terjadi juga dengan di sebabkan oleh adanya peningkatan kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi dan tidak kunjung sembuh akan menghambat aliran darah, karena kolesterol yang begitu banyak di dalam tubuh akan mengecilkan pembuluh darah, sehingga memiliki kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan sakit stroke.
  • Genetik, yang bisa menjadi penyebab stroke juga karena memiliki faktor genetik, keluarga yang menderita sakit stroke juga bisa membuat anggota keluarga lainnya juga akan memiliki menderita sakit stroke juga terlebih apabila tidak menjaga kesehatan tubuhnya dengan baik.
  • Gula darah, bukan hanya karena memiliki kadar kolesterol tinggi saja yang bisa menjadi penyebab stroke. Tetapi penyebab stroke juga bisa disebabkan oleh memiliki gula darah tinggi. tidak mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh juga akan menyebabkan penyakit stroke lama kelamaan. Maka dari itu menjaga kadar gula darah tetap stabil juga sangat penting.

Jika seseorang menderita sakit stroke maka bisa menghilangkan beberapa fungsi dari tubuhnya, dan tidak bisa di gerakan lagi dengan baik karena kaku. Stroke ringan atau pun stroke berat bisa terjadi, stroke ringan hanya menyerang bagian tubuh tertentu saja, seperti tangan, kaki atau pun syaraf wajah. dan yang parah apabila sakit stroke yang berat, karena seluruh bagian tubuh bisa kaku atau pun tidak bisa di gunakan lagi oleh sebab itu hati hati pada penyakit stroke. Penderita stroke bisa kesulitan untuk berbicara atau pun untuk menggerakkan organ tubuh sehingga membutuhkan bantuan khusus dari keluarga.

Apabila sakit stroke tidak diobati dengan cepat maka kerusakan syaraf tubuh secara permanen bisa saja dialami sehingga tubuh tidak bisa di gunakan lagi atau pun tidak di gerakan lagi. karena sakit stroke berkaitan dengan syaraf yang ada pada otak. Penyempitan pembuluh darah yang akan semakin parah apabila sakit stroke tidak diobati dan dampaknya akan lebih fatal.

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

SMS/WA : 0878 3876 1604

Kamis, 01 September 2016

Gejala Penyakit Stroke Yang Harus Waspadai


Stroke merupakan sebuah penyakit yang disebabkan karena sirkulasi darah menuju ke bagian otak tidak berjalan dengan baik. Kondisi semacam ini menyebabkan fungsi-fungsi organ otak mengalami gangguan.

Munculnya penyakit stroke dapat disebabkan karena berbagai macam faktor, mulai dari penyempitan pembuluh darah sampai dengan pecahnya pembuluh darah di bagian otak baik bagian otak kecil maupun otak besar. Inilah 8 gejala aneh penyakit stroke yang wajib anda waspadai agar segera tahu dan dapat diobati mulai dari sekarang.

Kenali Sejak Dini Gejala Penyakit Stroke yang Wajib Diwaspadai

1. Tanda mulai terlihat dari wajah perot

Kelumpuhan saraf pada wajah ini menjadi gejala umum penyakit stroke. Dimana telah terjadi sebuah gangguan sistem saraf, tepatnya pada bagian saraf kranial. Gejala ini bisa kita ketahui dengan menyuruh seseorang tersenyum, apabila senyum wajahnya tidak simetris (tidak sama antara kanan dan kiri wajah), maka dia bisa dikatakan mengidap stroke ringan.

2. Anggota gerak melemah

Melemahnya anggota gerak dapat muncul disebabkan karena terjadi gangguan sistem saraf gerak tubuh. Untuk mengetahuinya Anda bisa menyuruh seorang yang dicurigai menderita stroke untuk mengangkat kedua tangannya secara bersamaan, apabila ada salah satu tangan yang tertinggal itu berarti dia menderita stroke.

3. Sensasi perabaan berkurang

Mati rasa dan kesemutan bisa menjadi gejala awal penyakit stroke. Adanya gejala ini disebabkan karena sistem saraf mengalami gangguan. Apabila dibiarkan, kondisi ini akan semakin parah dengan munculnya mati separo atau tubuh mati separuh.

4. Berbicara pelo atau kurang jelas "bibir menyon"

Gejala stroke selanjutnya adalah berbicara pelo atau kurang jelas. Mungkin sebagian besar masyarakat menganggap pelo merupakan sebuah kondisi yang wajar sejak lahir, namun beberapa orang yang tadinya tidak pelo menjadi pelo bisa jadi orang tersebut mengalami stroke. Anda bisa mengetesnya dengan cara menyuruh orang tersebut melafalkan huruf “R” secara terus menerus, apabila tidak bisa terdengar jelas itu berarti dia telah terserang stroke ringan.

5. Sulit berkomunikasi

Baik gangguan komunikasi secara verbal ataupun non-verbal bisa menjadi tanda awal penyakit stroke. Gejala ini menunjukan bahwa seseorang telah mengalami stroke yang cukup berat. Apabila Anda menemui seseorang yang sulit diajak komunikasi atau bahkan tidak bisa berbicara secara lisan, bisa jadi dia sudah mengidap stroke.

6. Disorientasi atau bingung mendadak

Seseorang yang telah mengalami stroke berat biasanya sering mengalami diorientasi atau kebingungan secara mendadak. Kondisi semacam ini dibarengi dengan rasa cemas yang sangat tinggi, lupa, dan bahkan tidak mengenali dirinya sendiri (amnesia).

7. Tekanan darah naik drastis

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa menjadi indikasi bahwa Anda lebih beresiko terkena stroke. Mengingat stroke lebih menyerang bagi mereka yang memiliki hipertensi dengan kadar kolesterol cukup tinggi. sebelum semakin parah, silahkan cek tekanan darah secara rutin 3 bulan sekali.

8. Menderita Lumpuh total

Inilah gejala stroke yang paling parah dan dapat terlihat secara fisik. Jika seseorang sudah mengalami lumpuh dan bahkan berada di kursi roda setiap harinya, itu berarti dia mengalami penyakit stroke. Gejala ini semakin diperkuat dengan muka perot, pelo, dan bisu.

Itulah informasi singkat seputar gejala penyakit stroke yang wajib Anda waspadai. Jika anda mengalami beberapa kondisi diatas, maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter atau ahlinya. Hal ini tentunya bertujuan agar stroke dapat didektesi sejak dini dan diobati sebelum semakin bertambah parah.

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 

Minggu, 29 Mei 2016

Penyakit Stroke Saat Pembuluh Darah Otak Tersumbat



Banyak dari Anda pasti sudah mengetahui apa itu penyakit stroke. Namun, beberapa dari Anda mungkin masih tidak memahami dengan benar mengenai penyakit ini.

Deskripsi
Stroke adalah suatu jenis penyakit yang timbul ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu. Akibatnya, otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Bila dibiarkan begitu saja, sel-sel otak akan mati, biasanya dalam hitungan menit, dan dapat merenggut nyawa.

Penyakit ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Stroke iskemik
Dari semua jenis stroke yang ada, jenis ini adalah jenis yang paling banyak dialami. Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh arteri yang tersambung ke otak mengalami penyumbatan atau menyempit. Akibatnya, pasokan darah menuju ke otak menjadi berkurang (iskemia). Stroke iskemik dibagi menjadi dua jenis:
• Stroke trombotik
Jenis stroke ini terjadi ketika terdapat bekuan darah di salah satu pembuluh arteri yang memasok darah ke otak Anda. Bekuan darah tersebut terbentuk akibat adanya timbunan lemak atau plak yang menumpuk di pembuluh arteri. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak berkurang (aterosklerosis).
• Stroke emboli
Jenis stroke ini terjadi ketika bekuan darah terbentuk di organ tubuh yang letaknya jauh dari otak Anda, biasanya dalam organ hati. Jenis bekuan darah ini disebut dengan istilah embolus.

2. Stroke hemoragik
Jenis stroke ini dapat terjadi bila pembuluh darah yang ada dalam otak bocor atau pecah. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan adanya titik-titik lemah pada dinding pembuluh darah (aneurisma). Pecahnya arteriovenous malformation (AVM), pembuluh darah berdinding tipis, juga turut menjadi penyebab dari stroke hemoragik, meskipun hal ini jarang terjadi. Jenis stroke ini dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
• Pendarahan intraserebral
Pembuluh darah yang ada di otak pecah dan kemudian darah tersebut tumpah ke dalam jaringan otak yang berada di sekitarnya. Hal ini dapat merusak sel-sel otak. Pendarahan intraserebral dapat terjadi bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, luka berat, kelainan pada pembuluh darah, dan menggunakan obat pengencer darah.
• Pendarahan subarachnoid
Pembuluh darah yang berada pada atau dekat permukaan otak pecah dan kemudian darah tersebut tumpah ke dalam ruang yang berada di antara permukaan otak dan tengkorak Anda. Setelah terjadi pendarahan, pembuluh darah yang ada di otak akan melebar dan menyempit tak menentu (vasospasme). Hal ini menyebabkan sel-sel yang ada pada otak rusak dan aliran darah menuju otak ikut berkurang. Ketika Anda mengalami hal ini, biasanya Anda akan mengalami sakit kepala parah.

3. Transient Ischemic Attack (TIA)
Transient Ischemic Attack (TIA) disebut juga dengan istilah ministroke. Serangan ini terjadi akibat suplai darah menuju otak berkurang akibat pembuluh darah tersumbat. Biasanya hal ini hanya terjadi selama kurang dari lima menit dan bersifat sementara. Namun, bila Anda telah mengalami hal ini, itu berarti Anda berisiko besar mengalami kerusakan otak permanen.

Stroke termasuk dalam keadaan darurat medis. Sehingga, pengobatan harus cepat diberikan guna meminimalkan kerusakan pada otak dan mengurangi risiko timbulnya komplikasi potensial, seperti:
• Kelumpuhan
Kurangnya aliran darah ke otak dapat menyebabkan tubuh Anda lumpuh, biasanya hanya pada satu sisi tubuh. Selain itu, Anda juga tidak dapat mengendalikan otot-otot tertentu, seperti pada salah satu lengan atau wajah. Hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami kesulitan untuk melakukan beberapa jenis kegiatan sehari-hari, seperti berjalan, makan, minum, dan berpakaian. Namun, apabila ditangani dengan cepat dan tepat, risiko kelumpuhan dapat dicegah.
• Kesulitan berbicara atau menelan
Jika terserang stroke, otot-otot yang ada di mulut dan tenggorokan Anda sulit digerakkan. Hal ini menyebabkan Anda kesulitan berbicara dan menelan. Banyak orang yang menjadi cadel (dysarthria) setelah mengalami stroke. Selain itu, And ajuga akan mengalami kesulitan untuk membaca dan menulis. Namun, Anda dapat melakukan terapi pidato dan bahasa patolog guna meningkatkan keterampilan mulut Anda.
• Perubahan perilaku dan tidak dapat merawat diri
Orang yang mengalami stroke mungkin tidak dapat beraktifitas seperti orang pada umumnya. Mereka hanya dapat terlentang di atas tempat tidur. Selain itu, mereka juga tidak dapat merawat diri mereka sendiri. Biasanya, orang yang mengalami stroke akan menggunakan pengasuh untuk membantu dan merawat diri mereka.
• Tubuh terasa nyeri
Stroke akan membuat tubuh pengidapnya mati rasa dan terasa nyeri. Tak jarang, timbul juga berbagai sensasi anehdi bagian tubuh mereka yang terkena stroke, seperti kesemutan. Beberapa orang yang mengalami stroke mungkin akan menjadi sensitif terhadap perubahan suhu, terutama suhu dingin. Komplikasi ini umumnya akan Anda rasakan beberapa minggu setelah mengalami stroke. Namun, beberapa obat dapat digunakan untuk mengobati rasa nyeri yang terasa pada tubuh Anda.
• Masalah emosional
Pengidap stroke lebih sulit mengendalikan emosi dan terkadang dapat menyebabkan mereka depresi.
• Hilangnya memori ingatan dan sulit berpikir
Setelah terserang stroke, Anda mungkin kehilangan memori ingatan pada otak. Namun, beberapa ada yang mengalami kesulitan berpikir dan memahami sesuatu.
Komplikasi ini masih dapat diobati. Namun, tingkat keberhasilan penyembuhan antara satu orang dengan orang lain berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan penyakit stroke yang dialami.Untuk itu, lebih baik Anda memberikan pengobatan secepat mungkin guna meminimalisir risiko yang mungkin lebih parah.

Gejala
Berikut beberapa tanda yang mungkin akan Anda alami ketika akan terserang penyakit stroke:
• Sakit kepala
Jika kepala Anda tiba-tiba terasa sakit dan disertai dengan muntah dan tingkat kesadaran menurun, mungkin saja hal ini menjadi pertanda Anda akan mengalami stroke.
• Mati rasa dan kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh
Bila ada bagian tubuh Anda yang terasa lemah dan kemudian mati rasa, hal ini bisa menandakan Anda akan terserang stroke. Bila tidak segera ditangani, tubuh Anda akan lumpuh. Hal ini biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh Anda. Selain itu, pertanda stroke dapat terasa ketika Anda tersenyum. Salah satu sisi dari bibir Anda terasa lebih berat.
• Masalah dengan berjalan
Anda mungkin akan kehilangan keseimbangan tubuh, terutama ketika Anda berjalan.
• Masalah dengan kemampuan berbicara dan memahami
Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengucapkan kata-kata ketika berbicara. Biasanya, Anda menjadi cadel ketika mengucapkan sesuatu. Selain itu, kemampuan untuk memahami sesuatu juga akan berkurang.
• Masalah pada penglihatan
Penglihatan Anda mungkin menjadi kabur atau bahkan menghitam, baik pada satu mata atau bahkan kedua mata Anda.
Bila Anda merasa mengalami hal-hal seperti di atas, segera cari pengobatan. Sebab, apabila hal itu terjadi dalam kurun waktu yang lama, mungkin saja penyakit ini tidak dapat tertangani dengan baik dan maksimal.

Penyebab
Stroke umumnya disebabkan oleh terganggunya aliran darah menuju otak. Hal ini menyebabkan otak Anda tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Akibatnya, sel-sel yang ada pada otak akan mati. Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh arteri (stroke iskemik) atau bahkan akibat pembuluh darah bocor atau meledak (stroke hemoragik). Namun, ada beberapa faktor lain yang turut meningkatkan risiko stroke sekaligus memungkinkan Anda mengalami serangan jantung, seperti:
• Memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit jantung, stroke, atau TIA
• Usia
Berusia 55 tahun atau lebih
• Ras
Orang yang memiliki ras Afrika-Amerika memiliki risiko terserang stroke lebih tinggi daripada orang dari ras lain.
• Jenis kelamin
Kaum pria lebih berisiko terkena stroke. Namun, bila sudah mengalaminya, kaum wanita lebih mungkin meninggal dunia.
• Tekanan darah tinggi
Bila tekanan darah Anda lebih tinggi dari 120/80 mmHg, Anda lebih mungkin terserang stroke.
• Kadar kolestrol tinggi
Bila Anda memiliki tingkat kolestrol total lebih tinggi dari 200 mg/dL atau 5,2 mmol per liter, Anda berisiko terserang stroke.
• Kelebihan berat badan atau obesitas
• Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
• Kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif
• Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar
• Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan methamphetamine
• Penggunaan pil KB atau melakukan terapi hormon yang mencakup estrogen
• Mengidap penyakit diabetes dan penyakit jantung (gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung, atau jantung berirama tidak normal)
• Mengalami gangguan tidur, obstructive sleep apnea, di mana tingkat oksigen dalam tubuh mengalami naik turun, khususnya pada malam hari

Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Kak Diyah 
Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 
Mohon maaf tidak menerima telp

Minggu, 22 Mei 2016

Kenali 5 Gejala Awal Stroke



Berdasarkan data American Heart Association, setiap tahun terdapat lebih dari 100 ribu wanita di bawah usia 65 tahun terserang stroke. Umumnya, salah satu penyebab stroke pada wanita disebabkan karena kehamilan dan obat kontrasepsi oral.

Bahkan, 90% kasus terjadi ketika adanya pembekuan sehingga mencegah cukup darah dan oksigen mengalir ke otak. Untuk itu, para ahlikesehatan pun mengimbau untuk mengetahui gejala sedini mungkin. Berikut gejala awal stroke yang dilansir dari Prevention.

1. Bagian lengan dan kaki yang tiba-tiba mati rasa atau lemas, merupakan salah satu tanda dari stroke. Namun tidak hanya lengan dan kaki, mati rasa juga bisa terjadi pada satu sisi wajah.

2. Gejala awal stroke juga bisa dilihat dari kesulitan berbicara. Kesulitan berbicara ini sangat berbeda ketika Anda sedang merasakan gugup.

3. Stroke hemoragik, kerap menimbulkan pendarahan di otak dan membuat Anda merasakan sakit kepala. Jika dibandingkan stroke iskemik, stroke ini lebih sedikit menyerang manusia. Namun, stroke hemoragik memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.

4. Waspadalah ketika Anda mengalami kehilangan penglihatan di satu sisi. Seperti tidak bisa melihat ke kiri. Pasalnya, stroke menyerang otak menyebabkan mata menjadi rusak.

5. Jika gejala neurologis tiba-tiba menyerang satu sisi tubuh, segeralah periksa ke dokter. Pasalnya, jika diabaikan maka stroke akan berkembang jauh lebih cepat.



Atasi keluhan Anda dengan Firmax3
Konsultasi & Informasi Pemesanan 

Kak Diyah 
Pin : 5F5B0CB2 
SMS/WA : 088216771320 

Mohon maaf tidak menerima telp
Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3