Featured
UPDATE KONTAK ADMIN !!! SMS/WA : 0856.4344.7420 | MAAF TIDAK TERIMA TELP
INFO PENTING
Tampilkan postingan dengan label Koma Sembuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koma Sembuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2019

Saat Koma Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran


Pernahkah Anda membayangkan seperti apa rasanya berada dalam kondisi koma? Di berbagai film atau novel, pasien koma kerap digambarkan seperti orang yang sedang tertidur panjang. Ada juga kisah-kisah yang menggambarkan pasien koma masih bisa mendengar dan memahami kejadian di sekitarnya. Entah karena pasien koma masih sadar atau rohnya keluar dari tubuh. Namun, apakah dunia medis sependapat dengan kisah-kisah tersebut? Ini dia penjelasannya.

Dilihat dari sudut pandang sains, koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam waktu yang lama. Koma biasanya disebabkan oleh cedera atau trauma serius, penyakit, atau racun. Hal-hal tersebut mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan jaringan otak. Karena pembengkakan tersebut, otak dalam tengkorak jadi terhimpit sehingga tekanan dalam otak meningkat drastis. Darah dan oksigen pun jadi terhambat masuk ke otak.

Pada tahap ini, fungsi otak sudah terganggu. Otak jadi tak mampu membuang sisa cairan dan zat beracun keluar dari tubuh. Akibatnya, cairan tersebut akan menggenang di otak. Inilah yang menyebabkan seseorang hilang kesadaran dan koma, tetapi masih hidup.

Berbeda dengan tidur, pasien koma tak bisa dibangunkan. Ini karena pasien tidak dapat merasakan atau merespon rangsangan dari luar (misalnya suara dan sentuhan) maupun kebutuhan jasmaninya sendiri (seperti makan dan buang air kecil).

Akan tetapi, perlu diingat bahwa cara kerja kesadaran manusia begitu rumit dan misterius. Kesadaran manusia tidak bisa diukur secara konkret dan belum ada teknologi yang bisa membaca benak maupun kesadaran seseorang.

Meski ada sebagian kecil penyintas koma yang melaporkan bahwa ia bisa mengingat dan menyadari yang terjadi di sekitarnya ketika koma, tak ada cara untuk membuktikan kesaksian tersebut. Namun, belum terbukti bukan berarti hal itu mustahil.

Definisi kesadaran sendiri masih diperdebatkan para dokter dan ilmuwan. Sederhananya, kesadaran bisa diartikan sebagai ada atau tidaknya (atau seberapa banyaknya) aktivitas otak. Pasien yang menunjukkan tanda kesadaran berarti otaknya masih berfungsi dan beraktivitas, walaupun sangat minim.

Bisa jadi pasien hanya bisa sebatas mendengar hal-hal di sekitarnya, tapi otaknya tak mampu memahami mengapa ia berada di situ dan apa yang terjadi pada dirinya. Pada kasus yang berbeda, pasien koma menunjukkan adanya pergerakan jari atau produksi suara yang sangat lirih.

Dalam kasus-kasus tersebut, kesadaran pasien mungkin sudah mulai kembali, tetapi belum sepenuhnya mampu merespon seperti membuka mata atau bicara. Menurut para ahli, ini karena tak ada batasan yang jelas antara kesadaran penuh dan hilangnya kesadaran. Jadi, sangat sulit untuk membedakan apakah pasien koma masih sadar atau tidak.

Kunci dari kesembuhan (atau nyawa) pasien adalah kesembuhan otaknya. Sebagai organ vital, otak adalah pusat dari segala fungsi tubuh. Maka yang bisa dilakukan dokter pada otak pasien adalah mencegah pembengkakanlebih lanjut, menyedot cairan, menyuplai oksigen, memperbaiki jaringan yang rusak, dan menindak bagian yang kerusakannya sudah terlalu parah.

Setiap pasien memiliki komplikasi dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Maka, tidak ada angka pasti yang bisa menentukan harapan hidup pasien. Biasanya harapan hidup semakin besar bila cedera atau trauma yang dialami tak terlalu parah, tidak terlambat ditangani, dan tubuh pasien merespon pengobatan dan tindakan medis yang diberikan dengan baik.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda ??

Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 
Konsultasi & Informasi Pemesanan 
SMS/WA 0856.4344.7420




Minggu, 31 Desember 2017

Kemungkinan Sembuh Dari Koma


Koma adalah situasi darurat medis ketika seseorang mengalami keadaan tidak sadar dalam jangka waktu tertentu. Ketidaksadaran ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas di dalam otak yang dipicu oleh beberapa kondisi seperti cedera otak parah, keracunan alkohol, atau infeksi otak (ensefalitis).

Selain tidak menyadari keadaan sekitar, orang yang mengalami koma umumnya juga tidak dapat merespons suara atau rasa sakit. Refleks dasar tubuh (seperti batuk dan menelan) pada pasien koma pun akan sangat berkurang. Sebagian besar pasien mampu bernapas spontan, namun beberapa di antaranya membutuhkan alat bantu pernapasan.

Tingkat kesadaran penderita koma tergantung dari seberapa besar bagian otak yang masih berfungsi, dan keadaan ini biasanya berubah seiring waktu. Ketika berangsur sadar, penderita  akan mulai merasakan sakit, mulai menyadari keadaan di sekitar, dan akhirnya mampu berkomunikasi. Peluang sembuh dari koma sangat tergantung dari penyebab koma itu sendiri. Namun orang yang koma selama hitungan bulan hingga tahun memiliki peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup.

Penyebab Koma
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan koma, di antaranya:
- Stroke.
- Cedera berat di kepala.
- Diabetes.
- Infeksi pada otak, misalnya meningitis dan ensefalitis.
- Keracunan, misalnya akibat karbon monoksida.
- Overdosis alkohol dan/atau Kekurangan oksigen.
- Kejang.
- Tumor pada otak.
- Kegagalan organ hati (koma hepatikum).

Tingkatan Koma
Tingkat kesadaran orang yang mengalami koma dapat ditentukan melalui sebuah penilaian yang disebut Skala Koma Glasgow (GCS). Ada tiga hal yang diukur dalam skala ini. Tiap hal memiliki poin-poin yang nantinya akan dijumlahkan. Hasil penjumlahan inilah yang kemudian dipakai untuk menentukan tingkat kesadaran seseorang saat mengalami koma.
1. Pembukaan mata. Dalam kategori ini, poin 0 berarti pasien tidak merespons dan tidak mampu membuka mata secara spontan. Poin 4 sebagai yang tertinggi diartikan bahwa pasien dapat membuka mata secara spontan.
2. Respons verbal terhadap perintah. Dalam kategori ini, poin 0 diartikan bahwa pasien tidak merespons. Poin 5 sebagai poin tertinggi diartikan bahwa pasien sadar dan bisa berbicara.
3. Respons gerakan terhadap perintah. Poin 0 diartikan sebagai tidak adanya respons. Poin 6 sebagai yang tertinggi artinya pasien patuh terhadap perintah.Dokter yang menangani pasien yang koma akan menjumlahkan nilai Skala Koma Glasgow (GCS) ini untuk menentukan tingkat kesadaran pasien serta terapi apa yang perlu diberikan. Sebagian besar penderita yang dalam keadaan koma memiliki nilai total GCS kurang dari atau sama dengan 8.  Makin rendah total nilai yang didapatkan, kerusakan otak yang dialami kemungkinan lebih parah.


Pulih dari Koma
Pulihnya kesadaran orang yang mengalami koma biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan bertahap. Ada sebagian penderita yang dapat sembuh total dari koma tanpa mengalami cacat sedikit pun. Sebagian lainnya tersadar, namun dengan fungsi otak atau tubuhnya mengalami penurunan, bahkan kelumpuhan.


Saudara, keluarga, kerabat atau teman Anda mengalami penyakit serupa ? Yuukk silahkan ikhtiar dengan firmax3, insha allah bisa membantu menyembuhkan keluhan Anda 😊
Atasi segera keluhan Anda dg Firmax3 😊

Konsultasi & Informasi Pemesanan
📱Pin DC0B29BF
SMS/WA 0878-3876-1604


Copyright © 2015 ON FirMax | Sehat Sejahtera Bersama FirMax3